Blangpidie – Guna mengatasi kelangkaan es yang sering dialami para nelayan, Pabrik Es Balok PT Samudra Karya Nanggroe resmi beroperasi di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (28/9/2026).

Pabrik ini dirancang untuk memasok kebutuhan es nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil perikanan di wilayah pesisir.

Soft opening pabrik ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, serta dihadiri Plt Sekda Abdya Amrizal, jajaran komisaris dan direksi perusahaan.

Turut hadir anggota DPRK Abdya Kasyful Wara dan Deviani, Camat Susoh Teuku Nasrul, Panglima Laot Abdya T. Indra Kusuma, serta tokoh masyarakat dan nelayan setempat.

Direktur Utama PT Samudra Karya Nanggroe, Kaslianda Firdaus (Anto), mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu perekonomian masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

“Semoga bisa sukses dan bertambah kemanfaatannya untuk kelompok nelayan yang selama ini sering kekurangan es. Keberadaan pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan es, tapi juga diharapkan membuka lapangan kerja dan meningkatkan potensi ekonomi sekitar,” ujar Anto.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyampaikan pentingnya ketersediaan es balok dalam menjaga mutu dan kesegaran ikan, mulai dari saat ditangkap hingga didistribusikan ke pasar.

ADVERTISEMENT

“Nelayan mendapatkan kemudahan memperoleh es, ikan ditangani lebih baik, pedagang mendapat produk berkualitas, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Kita ingin potensi laut tidak sekadar sumber daya alam, tapi benar-benar menjadi sumber kesejahteraan,” kata politisi Partai Aceh tersebut.

Zaman Akli juga mengingatkan manajemen perusahaan untuk terus menjaga kualitas produksi serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal.

Direktur Pabrik Es PT Samudra Karya Nanggroe, Romi Herdiansyah, menjelaskan bahwa pabrik ini dilengkapi dengan dua mesin produksi.

“Pabrik ini memiliki dua mesin dengan kapasitas masing-masing 15 ton per hari. Dalam dua kali produksi selama 10 jam, kami bisa menghasilkan sekitar 30 ton atau setara 620 batang es per hari,” jelas Romi.

ADVERTISEMENT

Acara ditutup dengan kegiatan sosial berupa penyaluran santunan kepada 30 anak yatim. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy