Oleh: Rosie Afrianti
Pemerhati Perempuan dan pegiat LSM
Sepak bola bukan sekedar permainan yang dimainkan dengan kaki dan sebuah bola diatas lapangan hijau, pertandingan ini telah tumbuh sebagai paradigma kebersamaan dan persatuan sosial di tengah masyarakat. Tak peduli siapa kita, dari mana asalnya, apa pekerjaannya atau beda pendapat saat pertandingan dimulai.
Kita berdiri bersama merayakan kemenangan dan sorak yang sama dan menanggung kekecewaaan dengan hati yang sama, inilah kekuatan yang menyadarkan kita, bahwa dalam perbedaan pun, kita tetap bisa menjadi satu tim yang berjuang bersama.
Dalam pertandingan sepak bola, setiap pemain memiliki tugas yang berbeda-beda. Ada yang menjadi penjaga gawang, maupun penyerang, namun perbedaan tugas ini justru bukan untuk saling memisahkan, melainkan untuk saling melengkapi demi satu tujuan yang sama.
Begitu juga dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki keahlian, latar belakang, dan kedudukan yang berbeda, tetapi kita tetap bisa bekerja sama untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama. Persis seperti satu keseblasan yang berjuang meraih kemenangan.
Selain itu, semangat sportivitas dalam sepak bola mengajarkan kita untuk saling menghargai, baik saat menang maupun saat kalah. Kemenangan dirayakan bersama tanpa kesombongan dan kekalahan diterima dengan kepala tegak tanpa saling menyalahkan. Sikap ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi pertengkaran yang memecah belah.
Sepak bola mengingatkan kita bahwa musuh dilapangan hanyalah lawan main, bukan orang yang harus dibenci, dan setelah pertandingan selesai kita semua tetap bersaudara. oleh karena itu, sepak bola bukan sekedar hiburan atau olahraga belaka, ia telah menjadi cermin dan paradigma bagaimana kita seharusnya hidup berdampingan, bersatu dan saling menghargai satu sama lain. Semoga semangat ini terus terjaga, sehingga kebersamaan dan persatuan ditengah masyarakat kita senantiasa tumbuh dan menguat.
Hal ini nyata dapat kita saksikan dalam pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung saat ini di Desa Lhung Asan. Acara ini diselenggarakan berkat kerja sama yang baik antara masyarakat dan Pemerintah Desa Lhung Asan yang bahu-membahu mempersiapkan segala sesuatunya demi keberlangsungan pertandingan ini. Semangat dan sportivitas masyarakat Desa Lhung Asan terlihat begitu nyata dalam meramaikan acara pertandingan bola tersebut.
Warga berbondong-bondong saling menyapa dan duduk berdampingan tanpa memandang perbedaan, menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menonton, tetapi juga untuk saling mendukung dan mempererat tali persaudaraan sesama warga desa. Warga juga dengan sukarela membuat kantin-kantin sederhana di sekitar lapangan, menyajikan makanan dan minuman buatan sendiri untuk dinikmati bersama, hal ini membuat suasana pertandingan menjadi hangat dan akrab.
Begitu juga dengan para mak-mak (para ibu-ibu) Desa Lhung Asan. Mereka dengan antusiasnya datang ke lapangan dengan membawa makanan bahkan tidak ketinggalan dengan kopinya karena bagi orang Aceh “Apapun ceritanya kopi tetaplah menjadi teman yang terdepan”.
Semangat para mak-mak Desa Lhung Asan inilah suasana pertandingan menjadi begitu hangat, akrab dan penuh kekeluargaan. Semangat dan sportivitas masyarakat sungguh luar biasa. Semoga semangat kebersamaan yang tumbuh dari pertandingan sepak bola di desa Lhung Asan ini terus terjaga dan menjadi teladan yang baik bagi kita semua.
Sepak bola telah membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana mampu menyatukan hati banyak orang. Tak lupa, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa (Keuchik) Lhung Asan, para aparatur desa, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja keras dan bekerja sama untuk menyukseskan acara pertandingan bola ini.
Kedepannya pemerintah Desa Lhung Asan dapat terus lebih bersemangat lagi dalam memajukan desa kita agar dapat mewujudkan kebersamaan yang tulus ditengah masyarakat, kebersamaan yang tidak memandang status dan juga derajat, semoga semangat yang kita rasakan hari ini senantiasa terjaga, sehingga Desa Lhung Asan selalu hidup rukun, damai dan bersatu selamanya.***
Penulis adalah Rosie Afrianti. Pemerhati Perempuan, dan pegiat LSM. Tinggal di Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Abdya.




