Blangpidie – Masyarakat pesisir di Kemukiman Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), minta agar pemerintah daerah setempat mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Warga menilai program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari pemerintah pusat dapat menjadi peluang untuk memperbaiki fasilitas penunjang aktivitas nelayan.

Kebutuhan utama yang diharapkan antara lain kolam labuh, tambatan perahu, serta sarana pendukung lainnya. Program ini dinilai relevan dengan kondisi mayoritas masyarakat setempat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

ADVERTISEMENT

Tokoh pemuda Susoh, Ridwan Saputra, mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengusulkan Palak Kerambil sebagai lokasi program tersebut. Ia menyebut usulan itu perlu segera disampaikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya.

“Masyarakat sangat berharap Kemukiman Palak Kerambil bisa diusulkan dalam program Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Ridwan, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kehadiran program tersebut diyakini mampu mendorong perbaikan ekonomi masyarakat pesisir.

Ridwan menuturkan, Palak Kerambil memiliki sejarah panjang sebagai kawasan ekonomi pesisir yang berkembang. Pada abad ke-18 hingga ke-19, wilayah Kedai Susoh dan Palak Kerambil pernah menjadi pusat perdagangan internasional.

ADVERTISEMENT

Komoditas utama yang diperdagangkan saat itu meliputi lada dan berbagai hasil rempah. Aktivitas perdagangan tersebut berlangsung melalui jalur laut di sepanjang pesisir Susoh.

Ia menambahkan, setelah Indonesia merdeka, kawasan tersebut terus berkembang sebagai pusat aktivitas perikanan. Berbagai kegiatan nelayan seperti pukat darat, pukat tarik, hingga penggunaan sampan dan perahu motor menjadi penopang ekonomi warga.

“Daerah itu pernah menjadi pusat perdagangan ikan dan aktivitas nelayan yang cukup ramai,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas perikanan saat itu turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain hasil tangkapan laut, masyarakat juga memanfaatkan sumber daya lain seperti ikan teri, udang kering, dan garam. Aktivitas jual beli berlangsung sejak pagi hingga sore hari untuk memenuhi kebutuhan nelayan.

Kondisi tersebut menjadikan Palak Kerambil sebagai salah satu kawasan pesisir yang berkembang di masa lalu. “Saat itu perekonomian masyarakat sangat meningkat,” kata Ridwan.

Berkaca pada pengalaman tersebut, masyarakat berharap kejayaan ekonomi Palak Kerambil dapat kembali terwujud. Mereka menilai program KNMP dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali potensi kawasan pesisir. Warga juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Abdya agar usulan tersebut dapat terealisasi.

“Kami berharap ini bisa menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman