Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pendidikan Dayah terus mengintensifkan program Teungku Saweu Sikula di sekolah umum. Program ini menyasar penguatan pemahaman keagamaan sekaligus pembentukan karakter pelajar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Susoh, Selasa (28/4/2026), sebagai bagian dari implementasi program prioritas daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi Abdullah, mengatakan kunjungan ke sekolah merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Safaruddin dalam program “Abdya Malem”. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat nilai religius di lingkungan pelajar.
“Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat penerapan Peukong Agama di sekolah. Tujuan adalah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa-siswi. Ini merupakan program prioritas Pak Bupati dalam visi dan misi beliau,” ujar Tgk Junaidi.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pembinaan spiritual, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani siswa. Untuk aspek kesehatan, pemerintah menjalankan program Doto Saweu Sikula, sementara pembinaan rohani melalui Teungku Saweu Sikula.
“Jika di bidang kesehatan ada Doto Saweu Sikula, maka dibidang rohani ada Teungku Saweu Sikula. Dengan keseimbangan ini, kita berharap siswa memiliki ketahanan kesehatan sekaligus akhlak yang baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para teungku memberikan edukasi tentang tata cara pergaulan islami. Materi ini bertujuan membentengi siswa dari pengaruh negatif serta membentuk pola interaksi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan begitu, kita berharap lahir generasi muda yang memiliki ketahanan kesehatan sekaligus berakhlakul kharimah,” ucapnya.
Junaidi menyebutkan, kegiatan di SMPN 1 Susoh merupakan tahap ketiga sejak program ini diluncurkan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didik, khususnya dalam bidang keagamaan.
Ia menambahkan, terdapat empat indikator utama keberhasilan program ini, yakni menghidupkan aktivitas ibadah di mushalla sekolah melalui shalat berjamaah, membiasakan penggunaan bahasa yang sopan, serta mendorong lulusan SMP mampu khatam Iqra’.
Selain itu, kehadiran teungku di sekolah diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus tempat konsultasi bagi siswa dalam proses pembinaan.
“Jika empat indikator ini tercapai, program ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil. Sekolah akan mendapatkan berkah, dayah memperoleh murid, dan Abdya memiliki generasi yang unggul,” terangnya.
Junaidi mengapresiasi pihak SMPN 1 Susoh yang menyambut program tersebut dengan antusias. Ia juga mengingatkan siswa untuk memanfaatkan kehadiran para teungku sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas diri.
“Khusus untuk anak-anak kami di SMPN 1 Susoh, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dengarkan arahan para teungku sebagai bekal menjadi generasi yang cerdas dan berakhlakul kharimah,” katanya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Dayah Abdya berkomitmen mengawal keberlanjutan program tersebut dan mengajak semua pihak untuk mendukung pelaksanaannya.
“Kami berkomitmen mengawal program ini. Kami berharap dukungan dan doa dari semua pihak agar program ini berjalan maksimal,” pungkas Tgk Junaidi. (*)



Tinggalkan Balasan