Purbaya mengungkap bahwa Coretax justru bisa diakses lebih cepat melalui layanan aplikasi tertentu. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa sistem sengaja dibuat rumit untuk kepentingan tertentu.
Dia mengaku baru mengetahui pola tersebut sekitar satu bulan lalu. Temuan ini memperkuat indikasi adanya celah yang dimanfaatkan pihak tertentu.
“Rupanya salah satu kelemahannya adalah, Anda tahu ada servis jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Cortex dengan nasabah? Itu cepat kalau pakai itu. Jadi saya curiga Cortex di sini dibuat kusut. Di sini ada aplikasi itu, ke nasabah-nasabah besar. Saya baru tahu mungkin sebulan yang lalu,” paparnya.
Purbaya menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merugikan sistem perpajakan. Ia memastikan akan mengambil langkah tegas untuk menutup celah tersebut.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen segera memperbaiki sistem Coretax agar dapat digunakan secara optimal oleh seluruh wajib pajak. Bendahara Negara juga menegaskan bahwa integritas sistem perpajakan harus dijaga.
“Nanti kita beresin. Tapi memang desain awalnya juga kurang bagus,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan