Blangpidie – Pasien yang menunggu antrean berobat di Puskesmas Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diberikan edukasi tentang pemanfaatan obat-obatan tradisional, Jumat (9/10/2026).

Edukasi itu diberikan langsung oleh Penyuluh Program Kesehatan Tradisional (Kestrad) Puskesmas setempat, Irma Sufrita.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Irma turun langsung menemui para pasien yang sedang menunggu di ruang layanan.

Dalam penyuluhan tersebut, fokus materi yang dibagikan mengenai khasiat daun salam. Tidak hanya memaparkan teori, Irma bahkan membagikan setengah gelas air rebusan daun salam secara langsung kepada para pasien yang hadir.

“Hari ini tentang manfaat daun salam,” ujar Irma Suprita di hadapan para pasien.

ADVERTISEMENT

Di hadapan warga, Irma menjelaskan bahwa daun salam selama ini lebih dikenal sebagai bumbu pelengkap masakan. Padahal, tanaman ini juga menyimpan potensi khasiat secara tradisional.

Materi yang dibagikannya mencakup potensi daun salam dalam membantu mengelola kadar gula darah, kolesterol, hingga kaitannya dengan tekanan darah dan asam urat. Kandungan senyawa seperti polifenol dan flavonoid di dalam daun salam juga menjadi objek penelitian terkait kesehatan.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Irma memberikan catatan penting kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi air rebusan daun salam secara berlebihan atau menjadikannya pengganti air putih sehari-hari.

“Jangan setiap haus minum air daun salam, karena kita khawatir nantinya ada efek samping,” pesannya.

Dalam sesi edukasi itu, Irma turut membagikan tata cara pengolahan yang benar, yakni dengan merebus lima hingga sepuluh lembar daun salam bersama dua hingga tiga gelas air hingga tersisa sekitar satu gelas.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa takaran tersebut merupakan panduan materi edukasi, bukan dosis pengobatan umum yang kaku.

ADVERTISEMENT

Selain daun salam, Irma juga memperkenalkan sejumlah tanaman herbal lain yang mudah ditemui di sekitar lingkungan puskesmas, seperti kunyit, jahe merah, pandan, belimbing, hingga sirsak.

Ia mencontohkan pemanfaatan daun surune yang secara tradisional kerap dioleskan pada bagian perut untuk membantu meredakan sakit perut.

Menurutnya, tanaman herbal sering kali diandalkan masyarakat untuk meredakan keluhan ringan seperti pegal-pegal, kebas, demam, hingga panas dingin. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.

Jika keluhan tidak membaik setelah dua hingga tiga kali penggunaan, warga diimbau segera mendatangi puskesmas untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Irma juga mengingatkan pentingnya memperhatikan keamanan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Pasien yang sedang mengonsumsi obat rutin dari dokter dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan tanaman herbal sebagai pendamping pengobatan. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy