Blangpidie – Masyarakat Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), masih mempertahankan tradisi kenduri jeurat atau ziarah makam yang rutin digelar setiap tahun.
Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan sosial warga setiap tahunnya dan dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan tersebut dipusatkan di area pemakaman desa setempat dengan rangkaian doa bersama.
Kenduri jeurat dilakukan sebagai bentuk doa untuk arwah keluarga yang telah meninggal dunia. Seluruh warga berkumpul di kompleks pemakaman untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia.
Tradisi itu tidak hanya melibatkan warga yang tinggal di desa, tetapi juga mereka yang merantau. Kehadiran para perantau menambah kekhidmatan dan mempererat hubungan kekeluargaan.
“Kenduri jeurat ini sudah menjadi tradisi turun temurun, semua masyarakat setempat menggelar doa bersama untuk arwah di tempat perkuburan,” kata Ketua Panitia, Amru Huska, Minggu (12/4/2025).
Amru menjelaskan, pelaksanaan kenduri biasanya berlangsung selama tiga hari dua malam. Pada malam pertama dan kedua, kegiatan diisi dengan pengajian yang berlangsung hingga tengah malam.
Puncaknya digelar pada malam ketiga dengan doa dan pembacaan ayat suci Al Quran hingga menjelang subuh. Rangkaian ini menjadi inti dari tradisi yang terus dijaga warga.
“Biasanya kita melakukan acara ini tiga hari dua malam, di malam pertama dan kedua kita mengadakan pengajian sampai pukul 12:00 WIB. Di malam puncak atau malam ke tiganya, kita berdoa disertai mengaji sampai subuh,” sebut Amru.
Pada siang harinya, masyarakat kembali berkumpul untuk melanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut ditujukan bagi para almarhum dengan harapan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Amru menambahkan, tradisi ziarah kubur tidak hanya dilakukan di Alue Pisang, tetapi juga menjadi kebiasaan di sejumlah desa lain di Abdya. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan keagamaan masih terjaga di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemuda dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terimakasih kami ucapkan kepada masyarakat dan pemuda Alue Pisang yang sudah bekerja siang malam dalam rangka mensukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, ratusan warga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Doa bersama dipimpin oleh Tengku Azhari Lukmadi bersama tokoh agama lainnya.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja juga turut ambil bagian dalam kegiatan kegiatan kenduri Jeurat tersebut.
Usai rangkaian doa, panitia membagikan makanan kepada masyarakat yang hadir. Makanan tersebut berasal dari sumbangan keluarga almarhum sebagai bentuk sedekah. (*)

Tinggalkan Balasan