Tapaktuan – Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit mobil Mitsubishi Xpander dan sepeda motor Honda Scoopy merenggut nyawa dua orang pelajar di Jalan Nasional Tapaktuan – Subulussalam.
Peristiwa naas tersebut terjadi di kawasan Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
Dua orang pelajar yang mengendarai dan membonceng sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K, melalui Kasat Lantas AKP Aiyub, membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.
“Kecelakaan ini melibatkan mobil Mitsubishi Xpander warna hitam dengan nomor polisi BK 1244 ABM dan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam merah bernopol BL 5988 TAA,” kata AKP Aiyub dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
AKP Aiyub menceritakan, mobil Xpander tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial DM (27), yang merupakan warga asal Kabupaten Aceh Barat Daya.
Sementara itu, sepeda motor Honda Scoopy dikendarai oleh Mauliza (13) yang saat itu berboncengan dengan rekannya, Rosi Kalita (13).
Kedua remaja tersebut diketahui merupakan warga tempatan di Gampong Ie Jerneh.
Mengenai kronologi kejadian, AKP Aiyub membeberkan bahwa kecelakaan berawal saat mobil Mitsubishi Xpander melaju dari arah Subulussalam menuju ke arah Tapaktuan.
Namun, sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi mobil diduga kuat tak mampu menahan kantuk hingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Setibanya di lokasi, pengemudi mobil diduga mengantuk sehingga kendaraannya melebar dan masuk ke lajur kanan jalan. Di saat bersamaan, datang sepeda motor Honda Scoopy dari arah berlawanan, sehingga benturan keras tak terhindarkan,” terang Kasat Lantas.
Benturan yang cukup dahsyat tersebut membuat kedua pelajar terlempar ke jalanan. Luka fatal yang dialami membuat Mauliza dan Rosi Kalita mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP).
Selain menelan dua korban jiwa, kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Polisi Turunkan Tim Gakkum
Mendapat informasi kejadian tersebut, personel dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Aceh Selatan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti ke pos lantas terdekat.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya kedua korban. Saat ini penanganan perkara sedang berjalan sesuai prosedur hukum untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan,” ujar Aiyub.
Mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang, pihak Satlantas Polres Aceh Selatan mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar selalu menjaga konsentrasi. Jangan memaksakan diri menyetir apabila merasa mengantuk atau lelah. Segeralah beristirahat di tempat yang aman demi keselamatan bersama,” pungkas AKP Aiyub. (*)




