7. Pakistan

ADVERTISEMENT

Di Pakistan, pemerintah merancang sistem distribusi BBM berbasis kuota digital. Konsumen akan menggunakan aplikasi khusus untuk mendapatkan jatah bahan bakar sesuai data kendaraan.

Sistem ini diharapkan mampu mengontrol distribusi dan mencegah penimbunan. Kebijakan berbasis teknologi ini juga menjadi langkah adaptif menghadapi krisis energi global.

ADVERTISEMENT

8. Bangladesh

Kondisi serupa terjadi di Bangladesh, di mana antrean panjang di SPBU memicu kekhawatiran publik. Namun pemerintah membantah adanya krisis energi.

ADVERTISEMENT

“Saat ini, tidak ada kekurangan energi di negara ini,” ujar Menteri Informasi setempat.

9. Jepang

ADVERTISEMENT

Di Asia Timur, Jepang mengambil langkah besar dengan melepas cadangan minyak strategis hingga 80 juta barel. Kebijakan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah negara tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan.

Pemerintah Jepang juga memberikan subsidi guna menekan harga bahan bakar agar tetap terjangkau. Kebijakan ini akan terus dievaluasi mengikuti pergerakan harga minyak global.

10. Korea Selatan

Sementara itu, Korea Selatan memperkuat koordinasi ekonomi melalui rapat darurat rutin. Pemerintah juga menyiapkan program stabilisasi pasar serta rencana anggaran tambahan untuk menghadapi potensi krisis.

Langkah lain yang diambil termasuk pembatasan harga bahan bakar dan pengawasan distribusi secara ketat. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

11. Sri Lanka

Adapun Sri Lanka menghadapi kondisi paling rentan dengan stok bahan bakar yang diperkirakan hanya cukup untuk 25 hari. Pemerintah merespons dengan menaikkan harga BBM hingga 30 persen.

Selain itu, sistem distribusi berbasis QR code dan skema ganjil-genap kendaraan diterapkan untuk menghindari panic buying. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga distribusi tetap terkendali di tengah keterbatasan pasokan. (*)

Editor: Tim Redaksi