Blangpidie – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Dedi Saputra, memberikan beasiswa kepada tiga siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Inovasi Abdya yang berprestasi dalam program tahfidz Al-Qur’an.
Tiga siswi penerima beasiswa tersebut masing-masing adalah Novizal Al Husna, Gezia Amira, dan Darratul Lukman. Ketiganya merupakan siswi kelas X-2 MAN Inovasi yang dinilai berhasil menghafal Al-Qur’an lebih dari empat juz.
Dari hasil penilaian, Novizal Al Husna berhasil meraih nilai tertinggi, yakni 959, dengan capaian hafalan empat juz 18 halaman Al-Qur’an.
Sementara itu, peringkat kedua diraih oleh Gezia Amira dengan nilai 945, berkat hafalan lima juz 15 halaman Al-Qur’an. Adapun posisi ketiga ditempati oleh Darratul Lukman yang memperoleh nilai 915 dengan hafalan empat juz 11 halaman.
Penyerahan beasiswa tersebut turut disaksikan Kepala Sekolah MAN Inovasi Abdya, Saiful Azhari, bersama wali kelas Sania Palupi. Hadir pula Pembina Tahfidz Dian Armiznah serta para pendamping, yakni Siti Nurhalima, Cut Nabilaturaihan, dan Nurul Hikmah.
Dedi Saputra mengatakan, pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan program kepedulian pendidikan yang dicanangkan Bupati Abdya, Safaruddin, khususnya terhadap siswa-siswi berprestasi. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di daerah.
“Semoga dengan pemberian beasiswa ini bisa menjadi motivasi dan semangat bagi adek-adek siswa-siswi agar ke depan lebih meningkatkan hafalannya, sehingga nantinya Abdya bisa melahirkan kader-kader hafidz dan hafidzah,” kata Dedi, Jumat (30/1/2026).
Politisi muda Partai Gerindra itu mengaku, program beasiswa bagi siswa berprestasi terinspirasi dari kepedulian Bupati Safaruddin terhadap dunia pendidikan. Ia menilai perhatian terhadap pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan, menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda Abdya.
Menurut Dedi, program beasiswa yang menggunakan anggaran pribadi tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Abdya melalui program Peukong Agama. Program ini menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Tentunya melalui program beasiswa ini saya berharap ke depan Abdya bisa melahirkan lebih banyak tahfidz, dan pendidikan Islami terus berkembang di Kabupaten Abdya,” ujarnya.
Dedi juga memastikan, pada tahun mendatang jumlah penerima beasiswa akan ditambah. Ia menilai dukungan terhadap para penghafal Al-Qur’an merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi emas Abdya yang berakhlak dan berilmu.
“Karena kita tahu bahwa landasan kehidupan kita berpegang pada Al-Qur’an, maka dari itu semakin banyak generasi penghafal Qur’an maka semakin baik generasi Abdya ke depan. Maka dari itu saya berharap kepada siswa untuk terus belajar dengan semangat karena meningkatkan kualitas pendidikan Abdya merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya. (*)


