“Masih banyak laporan rumah tak layak huni dari Keuchik. Namun, kebanyakan di Kecamatan Tangan-tangan, seperti di Pante Gelumpang, Drien Jalo, dan di lokasi lainnya. Jadi sekarang kita gerak di Tangan-tangan dulu, insyaAllah setelah ini kita akan menyasar ketempat lain,” ucap Safar.
Kesempatan itu, Bupati Safar juga meminta Baitul Mal untuk mempersiapkan anggaran pembangunan rumah layak huni bagi kaum duafa dan masyarakat miskin yang ada di Abdya.
“Di periode saya dengan bang Zaman Akli, saya tidak ingin lagi masih ada warga saya yang hidup dan tinggal di rumah pelepah rumbia,” tegasnya.
Amatan di lokasi, rumah baru untuk keluarga Amran mulai dikerjakan. Bangunan lama pelepah rumbia sudah diruntuhkan untuk dibangun rumah yang layak huni dengan ukuran 4,5 x 8 meter sesuai perhitungan konsultan perencanaan.
Pembangunan rumah baru untuk keluarga Amran tersebut rencana dikerjakan oleh dua orang tukang, 12 orang pekerja dari relawan Safaruddin-Zaman Akli.
Semua material pembangunan rumah juga diminta Bupati Safaruddin segera didatangkan ke lokasi dengan harapan bisa dikerjakan tuntas sebelum hari raya Idul Fitri tahun ini (*)

Tinggalkan Balasan