“Intinya jangan pedagang yang beli. Kalau untuk konsumsi keluarga, tidak apa-apa,” ujarnya menegaskan.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, penyedia komoditas adalah Perum Bulog Aceh. Sementara itu, teknis distribusi di lapangan ditangani panitia dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Abdya.

Pemerintah Aceh berperan sebagai pengawas agar pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Perwakilan Bulog Abdya, Ikbal, merinci setiap titik pasar murah menerima pasokan Beraskita Premium 6 ton, telur 500 papan, minyak goreng Bimoli Spesial 1.000 liter, dan gula pasir 1 ton.

Warga dapat membeli paket berisi beras 10 kilogram seharga Rp110.000, minyak goreng 2 liter Rp33.000, gula pasir 2 kilogram Rp27.000, serta telur ayam 1 papan Rp38.500. Harga tersebut sudah termasuk subsidi pemerintah. Pembelian dibatasi untuk mencegah penimbunan.

ADVERTISEMENT

Keuchik Meudang Ara, Hendry Putra, yang turut memantau kegiatan di Blangpidie, menilai pasar murah sangat membantu masyarakat. Ia menyebut harga kebutuhan pokok cenderung naik menjelang Ramadan sehingga program subsidi menjadi solusi yang dirasakan langsung warga.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Aceh. Kegiatan seperti ini sangat membantu dan diharapkan bisa rutin setiap tahun,” kata Hendry. (*)

ADVERTISEMENT
Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman