Blangpidie – Dandim Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol dan Rana Mega Al Amin, memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila dilingkungan Pemerintah Kabupaten setempat, dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” bertempat di halaman kantor Bupati Abdya, Senin (1/2/2026).

Upacara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), camat, aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Abdya.

Dalam kesempatan itu, Dandim membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Dalam amanat Kepala BPIP RI, Dandim menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Rana Mega Al Amin.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan, tema peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mencerminkan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan nasional sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian global.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai tantangan dan perubahan dunia. Dengan keberagaman yang dimiliki, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun bangsa.

ADVERTISEMENT

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Pancasila, lanjutnya, menjadi landasan pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan Indonesia. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung di dalamnya dinilai relevan untuk menjembatani perbedaan dan membantu penyelesaian berbagai konflik di tingkat internasional.

Indonesia juga disebut terus menunjukkan kontribusi nyata melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan.

ADVERTISEMENT

Di akhir amanatnya, Rana Mega Al Amin mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol atau slogan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan setiap kebijakan publik berpihak pada keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tutupnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman