Kuala Simpang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera hampir seluruhnya selesai.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengatakan proses pemulihan yang kini memasuki bulan ketujuh telah menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak.

BNPB menargetkan pembangunan lebih dari 20 ribu unit huntara di berbagai wilayah terdampak. Saat ini, hampir seluruh target tersebut telah terealisasi.

“Kami sudah menyelesaikan 99,9% pembangunan huntara. Yang masih dalam progress, menurut data yang kami punya, adalah huntara untuk warga terdampak yang tidak memiliki hak atas tanah dan bangunan atau yang statusnya menyewa,” ujar Suharyanto di hadapan masyarakat terdampak bencana di GOR Aceh Tamiang, dalam acara penyerahan bantuan dana stimulan rumah rusak ringan/sedang tahap III termin 1, Senin (22/6/2026).

Selain huntara, sebut Suharyanto, BNPB juga mulai memfokuskan pekerjaan pada pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri atau insitu, yakni rumah yang dibangun di lokasi asal atau di atas lahan milik warga.

ADVERTISEMENT

Suharyanto menjelaskan bahwa pembangunan huntap dilakukan melalui dua skema. Huntap komunal atau terpusat dikerjakan oleh Kementerian PUPR/PKP, sedangkan huntap mandiri menjadi tanggung jawab BNPB.

Saat ini BNPB telah memulai pembangunan lebih dari 900 unit rumah. Secara keseluruhan, target pembangunan huntap di wilayah terdampak bencana Sumatera mencapai sekitar 39 ribu unit.

ADVERTISEMENT

Selain pembangunan hunian, BNPB juga terus menyalurkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang.

Di Aceh Tamiang, bantuan tersebut telah disalurkan hingga tahap ketiga, sementara di Aceh Utara telah memasuki tahap kedua.

“Dana stimulan ini akan terus diberikan sesuai dengan permintaan dari kepala daerah, jika nanti ada permintaan dan terverifikasi kami akan berikan lagi dana ini,” ucap jenderal bintang tiga itu.

Program bantuan lain yang masih berjalan adalah Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk setiap tiga bulan. Bantuan tersebut telah diterima ribuan kepala keluarga dan diperpanjang hingga enam bulan bagi warga yang masih membutuhkan.

ADVERTISEMENT

Menurut Suharyanto, berbagai program logistik, pemulihan ekonomi, dan bantuan sosial lainnya akan terus dilanjutkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana.

“Kita memang banyak kekurangan, kelemahan. Saya sebagai Kepala BNPB mengakui itu. Tetapi kami punya tekad memperbaiki kekurangan dan kelemahan itu dan berusaha membantu masyarakat,” kata Suharyanto.

Di tengah proses pemulihan yang terus berjalan, bantuan pemerintah mulai dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Muhammad Nur, warga Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, yang telah menempati hunian tetap bantuan pemerintah.

Pria berusia 90 tahun itu kini tinggal sendiri setelah istrinya meninggal dunia saat bencana melanda daerahnya. Ia mengaku bersyukur karena telah memperoleh rumah yang layak untuk ditempati.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih,” ucap Muhammad Nur. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Syarif