Banda Aceh – Stan Pemerintah Kota Sabang menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada Bhayangkara Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Merah Polda Aceh.
Pasalnya, beragam produk unggulan daerah, promosi wisata bahari, hingga akuarium berisi berbagai jenis ikan laut khas Sabang berhasil menarik minat masyarakat yang memadati arena pameran dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut.
Partisipasi Pemerintah Kota Sabang dalam Bhayangkara Fest 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Keikutsertaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Sabang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Sabang, Dinas Pariwisata Kota Sabang, Dekranasda Kota Sabang, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Sabang, serta didukung oleh Polres Sabang sebagai bagian dari sinergi dalam menyukseskan Bhayangkara Fest 2026.
Koordinator Lapangan Stan Pemerintah Kota Sabang, Hafni, SE, mengatakan keikutsertaan Pemko Sabang bertujuan mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempromosikan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan produk unggulan UMKM Kota Sabang kepada masyarakat luas. Selain itu, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Sabang dan Polri serta membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal,” ujar Hafni, Senin (22/6/2026).
Menurut Hafni, anjungan Kota Sabang tidak hanya menjadi ruang pamer produk unggulan daerah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi yang memperkenalkan pesona wisata bahari, sejarah, budaya, dan potensi ekonomi Pulau Weh kepada ribuan pengunjung yang hadir selama festival berlangsung.
Salah satu daya tarik utama stan Sabang adalah akuarium yang menampilkan berbagai jenis ikan laut khas perairan Sabang. Keunikan tersebut membuat banyak pengunjung singgah untuk melihat lebih dekat kekayaan sumber daya kelautan yang dimiliki daerah paling barat Indonesia itu.
Selain itu, berbagai produk unggulan daerah turut dipamerkan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM menghadirkan produk olahan khas seperti bakpia, dodol, dan aneka makanan ringan. Dinas Pertanian dan Pangan memperkenalkan komoditas unggulan berupa salak Sabang, pala, padi, dan minyak nilam. Sementara Dekranasda Kota Sabang menampilkan beragam kerajinan berbahan kayu kelapa yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi.
Kehadiran IPEMI Kota Sabang semakin memperkaya isi pameran melalui produk-produk industri kreatif seperti ecoprint dan kerajinan rajut hasil karya pengusaha muslimah lokal. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata peran perempuan Sabang dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan usaha kreatif yang ramah lingkungan.
Di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Sabang bersama perwakilan Agam Inong Kota Sabang turut aktif memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan kepada pengunjung. Melalui promosi tersebut, masyarakat memperoleh informasi langsung mengenai wisata bahari, sejarah, budaya, serta berbagai daya tarik yang menjadikan Kota Sabang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh.
Antusiasme pengunjung terhadap stan Sabang terlihat cukup tinggi. Selain tertarik dengan produk-produk khas daerah, banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai destinasi wisata, peluang investasi, serta berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kota Sabang.
Hafni menilai Bhayangkara Fest merupakan sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM, meningkatkan peluang penjualan, memperkenalkan produk unggulan daerah, serta membuka akses jejaring usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif.
“UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan promosi, tetapi juga dapat membangun relasi bisnis dan memperluas pasar sehingga produk-produk lokal Sabang semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST., M.M., M.Mar., M.Tr.Sou. melalui Kasat Reskrim Polres Sabang IPTU Irvan M.A., S.H., selaku penanggung jawab stan, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara Polres Sabang dan Pemerintah Kota Sabang.
“Pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar berkat kerja sama yang solid antara Polres Sabang dan Pemerintah Kota Sabang. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang karena memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui promosi produk UMKM, ekonomi kreatif, dan potensi wisata Kota Sabang,” ujar IPTU Irvan menyampaikan pesan Kapolres Sabang.
Ia menambahkan, Polres Sabang siap mendukung berbagai program Pemerintah Kota Sabang yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kegiatan-kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Selama pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026, IPTU Irvan M.A., S.H. selaku penanggung jawab stan juga secara aktif melakukan pengawasan dan pengendalian serta hadir setiap hari untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sukses sesuai tujuan yang diharapkan.
Pemerintah Kota Sabang berharap keikutsertaan dalam Bhayangkara Fest 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Weh, memperluas pasar produk unggulan daerah seperti cokelat Sabang, bakpia, kerajinan ecoprint, dan berbagai produk UMKM lainnya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Selain sebagai ajang promosi, kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Sabang, Polda Aceh, Polres Sabang, serta pemerintah kabupaten/kota lainnya dalam mendukung pembangunan daerah, pengembangan sektor pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan