Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai. Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan menuju kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun demikian, kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilaksanakan secara langsung karena kondisi air laut yang sedang surut, sehingga kapal RBB (Rigid Buoyancy Boat) TNI AL tidak dapat memasuki kawasan yang dituju. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan melalui pemaparan serta laporan situasi terkini dari unsur Satgas yang berada di lapangan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan selanjutnya bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi. Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Satgas Kuala, OPD terkait, dan seluruh unsur pendukung demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan