Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menata ulang kondisi lalu lintas dan kawasan perdagangan di Kota Blangpidie yang selama ini dinilai semrawut.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Perhubungan Abdya, Ariswandi, mengatakan penertiban Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) lintas sektor mulai dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat di pusat kota.

“Sampai hari ini dinas perhubungan masih memakai nomenklatur lama,” kata Ariswandi dalam rapat koordinasi di Aula Bappeda, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, penataan tidak hanya difokuskan pada sektor transportasi, tetapi juga menyasar aktivitas pedagang yang selama ini menggunakan badan jalan dan trotoar untuk berjualan.

“Penataan, penertiban dan sosialisasi, targetnya kepada pedagang ruko, pedagang kaki lima, pedagang sayur dan pedagang lainnya selama 7 hari, mulai 8 sampai 15 April 2026,” kata Ariswandi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, menilai persoalan kesemrawutan Kota Blangpidie bukan hal baru. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan yang tuntas.

“Persoalan semrawut kota Blangpidie sudah lama bertahun tahun terlihat belum terselesaikan semua sampai hari ini,” ujar Zaman Akli.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, penataan kota tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Perhubungan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan juga terlibat aktif agar upaya penertiban berjalan optimal.

“Dan ini tidak dipundakkan kepada dinas perhubungan semata, tetapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Zaman Akli juga mengingatkan agar proses penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Ia tidak ingin langkah penataan justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Saya secara pribadi, jangan terkesan apa yang kita lakukan terkesan arogan. Tetapi lakukan secara persuasif dan kekeluargaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat menaruh harapan besar terhadap perubahan nyata di Kota Blangpidie. Karena itu, pembahasan dan tindakan di lapangan diminta berjalan efektif dan tidak berlarut-larut.

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman