Blangpidie – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus berbenah demi mendongkrak profesionalisme pelayanan medis.
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Komunikasi Efektif yang ditujukan langsung bagi para tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan rumah sakit setempat.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Aula dr. Syahminan RSUD-TP Abdya, Jumat (10/7/2026).
Guna menjamin kualitas dan standar kompetensi, pelatihan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Smart Emergency, sebuah lembaga independen berakreditasi A dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh 25 peserta yang merepresentasikan berbagai latar belakang profesi kesehatan di rumah sakit tersebut.
“Pelatihan ini dirancang secara komprehensif menggunakan metode blended learning guna memastikan efektivitas materi dan praktik,” kata Ismuha—sapaan akrab dr. Ismail Muhammad.
Ismail menguraikan, proses pembelajaran berjalan intensif selama empat hari. Formatnya dibagi menjadi dua tahap, yakni dua hari sesi daring melalui platform Zoom, kemudian dilanjutkan dengan dua hari sesi tatap muka langsung (skill station) di RSUD-TP Abdya untuk simulasi klinis.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat langsung mengaplikasikan kompetensi yang didapat untuk mendongkrak mutu pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan,” ucapnya.
Kurikulum dalam pelatihan ini sengaja disusun untuk membekali nakes dengan ragam keahlian krusial, mulai dari teknik komunikasi dasar, penerapan etika penampilan kerja, hingga tata cara berkomunikasi profesional yang menitikberatkan pada aspek empati kepada pasien.
“Selain itu, kurikulum pelatihan juga berfokus pada penguatan kemampuan praktis seperti manajemen konflik, penanganan komplain pasien, serta implementasi komunikasi efektif menggunakan teknik Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR),” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Smart Emergency Provinsi Aceh, Faidhil, menegaskan bahwa pola komunikasi yang tepat dan terukur merupakan fondasi paling utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman serta berkualitas tinggi.
Pihaknya berkomitmen penuh menjaga mutu dan kompetensi pelatihan agar selalu selaras dengan standar ketat Kemenkes RI.
Melalui kolaborasi ini, Smart Emergency ingin memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan tidak hanya unggul secara akademis dan keahlian medis belaka, melainkan juga piawai dalam membangun hubungan emosional yang empatik serta profesional, baik kepada pasien maupun antarrekan kerja di rumah sakit. (*)
