Blangpidie – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan Aceh Barat Daya (RSUD-TP Abdya) menjalin kerja sama dengan RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dalam pelaksanaan Visitasi Pengampuan Layanan Stroke.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kegiatan visitasi tersebut merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas rumah sakit daerah dalam memberikan pelayanan stroke yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Program pengampuan layanan stroke juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan spesialistik hingga ke daerah.

Dalam kegiatan itu, tim pengampu dari RSUDZA meninjau langsung kesiapan layanan stroke di RSUD Teungku Peukan.

ADVERTISEMENT

Peninjauan meliputi sarana dan prasarana, ketersediaan alat kesehatan, sumber daya manusia, sistem rujukan, hingga tata laksana pelayanan pasien stroke.

Selain melakukan peninjauan, tim juga menggelar diskusi dan evaluasi bersama manajemen rumah sakit untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar pelayanan stroke yang ditetapkan Kemenkes RI.

ADVERTISEMENT

Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, mengatakan visitasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan layanan stroke yang komprehensif kepada masyarakat.

Menurutnya, pendampingan dari RSUDZA sebagai rumah sakit pengampu regional akan menjadi modal penting dalam pengembangan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Tak hanya itu, peningkatan layanan kesehatan di RSUD-TP Abdya juga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan RI yang akan menghibah sejumlah alat kesehatan dan sarana pendukung.

Beberapa fasilitas yang diberikan Kemenkes ke RSUD-TP Abdya antara lain CT Scan 64 Slice, Cathlab, Mammografi, serta fasilitas Cytotoxic.

ADVERTISEMENT

Fasilitas tersebut ditargetkan terealisasi pada 2027 guna memperkuat layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di RSUD Teungku Peukan.

“Melalui kegiatan pengampuan ini, kami berharap RSUD Teungku Peukan dapat terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat sistem pelayanan, serta menghadirkan layanan stroke yang lebih cepat, tepat, dan profesional,” ujar Ismuha, sapaan akrab dr. Ismail Muhammad, Rabu (25/6/2026).

“Dengan demikian masyarakat Aceh Barat Daya dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” sambung Ismuha.

Sementara itu, tim pengampu RSUDZA menegaskan bahwa visitasi tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit jejaring dalam memberikan layanan stroke.

Program pengampuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan spesialistik di daerah, sekaligus menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke melalui penanganan yang lebih cepat dan terstandar.

Kerja sama antara RSUD Teungku Peukan dan RSUDZA ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional.

Melalui sinergi tersebut, layanan stroke di Aceh Barat Daya diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Syarif