Blangpidie – Pelaksanaan pasar murah di Pasar Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), bertepatan dengan hari pertama Meugang, Senin (16/2/2026) pagi.  Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh itu berlangsung di Jalan H. Ilyas, pusat keramaian kota.

ADVERTISEMENT

Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pangan jelang Ramadhan 1447 Hijriah. Lonjakan pengunjung membuat suasana pasar cepat dipenuhi antrean panjang.

Keramaian tak terhindarkan karena lokasi kegiatan berada di jantung pasar tradisional. Warga yang tengah berbelanja kebutuhan Meugang ikut merapat ke tenda pasar murah.

ADVERTISEMENT

Panitia terlihat menurunkan empat komoditas pangan dari truk, yakni beras, gula, minyak goreng, dan telur. Komoditas tersebut menjadi incaran masyarakat karena dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran.

Setelah barang diturunkan, panitia mulai membagikan kupon kepada warga. Namun, proses pembagian tidak berjalan tertib. Warga berdesak-desakan untuk mendapatkan kupon pembelian. Antrean sempat bercampur antara laki-laki dan perempuan tanpa pengaturan yang jelas.

ADVERTISEMENT

Sejumlah warga mengaku kebingungan dengan mekanisme pelayanan. Salah seorang ibu rumah tangga, Fitriana, mengaku tidak mendapat arahan yang jelas dari panitia.

“Saya bingung dengan pelayanannya. Warga sangat ramai dan berdesakan karena lokasinya di pusat pasar. Semua yang belanja mampir ke sini untuk beli kebutuhan jelang Ramadhan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan harus berdesakan dengan pengunjung lain demi memperoleh kupon.

Fitriana juga menyayangkan perubahan lokasi pengambilan kupon yang mendadak. Menurut dia, ibu-ibu yang sudah lama mengantre tiba-tiba diarahkan ke lokasi lain.

“Kami sudah buat barisan antre, tapi tiba-tiba panitia mengarahkan ke sekolah MIN Muhammadiyah untuk ambil kupon. Jadi tambah kacau,” katanya.

Upaya konfirmasi kepada panitia penyelenggara tidak membuahkan hasil. Wartawan yang menunjukkan kartu identitas untuk meminta keterangan justru tidak mendapat respons jelas.

Beberapa panitia terkesan saling melempar tanggung jawab saat ditanya siapa penanggung jawab kegiatan. Situasi sempat memanas ketika dua warga yang mengaku dari Gampong Meudang Ara mendatangi wartawan dan melontarkan teguran dengan nada tinggi.

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman