Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Artikel IslamRamadhan

Penjelasan Prof Quraish Shihab tentang Makna Dibalik “Marhaban Ya Ramadhan”

322
×

Penjelasan Prof Quraish Shihab tentang Makna Dibalik “Marhaban Ya Ramadhan”

Sebarkan artikel ini
Profesor Muhammad Quraish Shihab. (Foto: IG @quraish.shihab)

Blangpidie, Acehglobal – Cendekiawan Muslim Indonesia, Profesor Muhammad Quraish Shihab, mengupas makna mendalam di balik ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”. Menurutnya, terdapat dua makna utama yang terkandung dalam kata “Marhaban”.

“Marhaban biasa diterjemahkan sebagai selamat datang. Tapi sebenarnya, kalau kita telusuri akar katanya, ada dua makna,” jelas Prof. Quraish, dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (14/3/2024).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Makna pertama, kata Prof Quraish adalah hati yang lapang dan senang. Ia menjelaskan bahwa makna pertama dari “Marhaban” adalah “rahba”, yang berarti tempat yang luas.

Baca Juga :   5 Tips Menghafal Ayat Alquran dengan Cepat dan Mudah

Dalam konteks ini, tempat yang luas diartikan sebagai hati yang lapang dan senang dalam menyambut bulan Ramadhan.

Sehingga, ketika manusia mengucapkan ‘Marhaban Ya Ramadhan’, mereka mengucapkannya dengan penuh ketulusan hati dan kegembiraan. Jiwa dan perasaan mereka begitu lega dan lapang dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

“Itu menggambarkan jiwa perasaan begitu lega dan lapang dalam menyambut bulan Ramadhan. Tidak kesal dan tidak menggerutu. Itu arti pertama,” terang tokoh kelahiran Rappang, Sulawesi Selatan itu.

Lebih lanjut, Prof. Quraish menjelaskan makna kedua dari “Marhaban”, yaitu “marhab”, yang berarti stasiun. Layaknya stasiun, Ramadhan merupakan tempat bagi umat Islam untuk mengambil bekal dan memperbaiki diri dalam perjalanan menuju Allah SWT.

Baca Juga :   Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadhan 1445 H Jatuh pada Selasa 12 Maret 2024

“Tempat kendaraan mengambil bekal sekaligus memperbaiki bagian yang rusak,” paparnya.

“Oleh karena itu, ketika kita mengucapkan ‘Marhaban Ya Ramadhan’ dengan makna kedua ini, maknanya adalah ‘Wahai Ramadhan, selamat datang. Kami akan mengambil bekal dalam melanjutkan perjalanan menuju Allah dan kami akan memperbaiki bagian yang rusak dari hati kami’,” terang Prof. Quraish.

Berdasarkan penjelasan Prof. Quraish Shihab ini, dapat disimpulkan bahwa ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” mengandung dua makna utama.

Baca Juga :   Jelang Ramadan, Harga Daging Meugang di Abdya Diprediksi Rp200 Ribu/Kg

Pertama, menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan hati yang lapang.

Kedua, menjadikan bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk mengambil bekal dan memperbaiki diri dalam perjalanan menuju Allah SWT.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam memiliki kesempatan untuk menabung amal sebanyak-banyaknya untuk meraih ridha Allah SWT.

Ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menyambut bulan suci ini dengan penuh kegembiraan dan kesiapan untuk meningkatkan kualitas diri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *