Blangpidie – Cabang olahraga panjat tebing untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Kehadiran panjat tebing dalam kompetisi pelajar tersebut menjadi sejarah baru di Abdya. Selama ini, O2SN tingkat SMP di daerah itu hanya mempertandingkan cabang atletik, karate, renang, pencak silat, dan bulu tangkis.
Masuknya panjat tebing ke dalam O2SN disebut sejalan dengan program Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan untuk memperluas pembinaan olahraga minat khusus di kalangan pelajar.
Para peserta merupakan siswa SMP dari berbagai sekolah di Abdya yang telah lolos seleksi tingkat sekolah. Mereka bertanding pada nomor lead dan speed menggunakan sistem penilaian sesuai standar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Gusvizarni, S.Pd., MM mengatakan, keikutsertaan panjat tebing di O2SN menjadi langkah awal untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia sekolah.
“Kita ingin anak-anak Abdya punya ruang untuk menyalurkan minat di olahraga ekstrem yang aman dan terukur. Siapa tahu dari sini lahir atlet yang bisa mewakili Aceh bahkan nasional,” ujarnya saat membuka pertandingan di GOR Keniyo Kopi, Susoh, Sabtu (23/5/2026).
Gusvizarni menyebutkan, para pemenang tingkat kabupaten nantinya akan mendapat pembinaan lanjutan untuk dipersiapkan mengikuti O2SN tingkat Provinsi Aceh.
Sementara itu, Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Abdya, Rusman, mengapresiasi dukungan Disdikbud Abdya yang telah memasukkan panjat tebing ke dalam ajang O2SN tahun ini.
Menurutnya, kehadiran kompetisi tersebut diyakini dapat meningkatkan minat pelajar terhadap olahraga panjat tebing yang selama ini mulai berkembang di Abdya.
“Dengan adanya kompetisi olimpiade ini, minat anak usia sekolah pasti semakin meningkat,” kata Rusman.
Rusman menjelaskan, panjat tebing bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan koordinasi motorik dan kemampuan berpikir strategis. Dalam praktiknya, atlet dituntut mampu menentukan langkah dan pijakan secara tepat saat memanjat.
Ia juga menilai olahraga panjat tebing dapat membantu membangun rasa percaya diri serta kemampuan memecahkan masalah pada anak usia pelajar.
Rusman turut mendorong orang tua agar mendukung minat anak dalam olahraga tersebut dengan memulai latihan di dinding panjat indoor yang aman dan menggunakan metode latihan yang menyenangkan.
Berdasarkan data Badan Pelaksana Tingkat Kabupaten (BPTK), jumlah peserta O2SN tingkat SMP di Abdya tahun ini mencapai 87 atlet. Mereka berasal dari lima cabang olahraga, yakni panjat tebing, badminton, pencak silat, atletik, dan renang. (*)



Tinggalkan Balasan