Teheran – Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut. Penunjukan itu dilakukan oleh Majelis Ahli Iran setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Lembaga tersebut memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin tertinggi dalam sistem pemerintahan Republik Islam Iran.
Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi strategis tersebut.
Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan Iran, akhirnya dipilih melalui proses pemungutan suara oleh para anggota majelis.
Pemimpin baru Iran itu disebut-sebut memiliki kedekatan dengan kalangan militer dan elit politik di negara tersebut.
Salah satu anggota majelis, Mohsen Heidari Alekasir, menyampaikan bahwa kandidat yang dipilih telah memenuhi kriteria yang sebelumnya disampaikan oleh Ayatullah Ali Khamenei.
Mendiang sang Ayah mengatakan pemimpin tertinggi Iran haruslah sosok yang ditentang oleh musuh-musuh negara itu.
“Bahkan Setan Besar (Amerika Serikat) pun menyebut namanya,” kata Heidari Alekasir dalam sebuah video yang dirilis Minggu (8/3/2026).
Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”, sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (9/3/2026).
Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sebagai ulama tingkat menengah berusia 56 tahun yang memiliki pengaruh besar di balik layar pemerintahan Iran.
Ia membangun jaringan kekuasaan di sekitar ayahnya selama bertahun-tahun dan dikenal dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kedekatan tersebut membuatnya memiliki pengaruh luas dalam struktur keamanan dan politik negara.
Di kalangan elite Iran, Mojtaba juga dikenal sebagai tokoh yang menentang kelompok reformis. Ia dianggap berada di garis keras dalam menyikapi hubungan Iran dengan Barat, khususnya terkait upaya membatasi program nuklir negara tersebut. Sikap ini menjadikannya salah satu figur konservatif yang berpengaruh dalam arah kebijakan strategis Iran.

Tinggalkan Balasan