Tapaktuan – Relawan sosial kemanusiaan Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus, bersama relawan lainnya mulai melangkah di bidang sosial kemanusiaan melalui sebuah inovasi layanan sosial bertajuk “Titip Alat Bantu Jalan” dengan slogan “Berbagi Langkah, Menghadirkan Harapan.”

Program tersebut hadir sebagai wadah kepedulian masyarakat untuk menitipkan alat bantu jalan yang masih layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pasien dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ogek Agus, program ini lahir dari pengalaman langsung di lapangan saat mendampingi masyarakat yang sedang sakit, lanjut usia, pasca operasi, maupun korban kecelakaan yang mengalami kesulitan memperoleh alat bantu jalan karena keterbatasan ekonomi.

“Sering sekali kita menemukan pasien yang sebenarnya membutuhkan tongkat, walker, kruk, atau kursi roda untuk membantu proses pemulihan. Namun karena keterbatasan biaya, mereka kesulitan mendapatkannya,” ujar Ogek Agus, Jumat (29/5/2026).

Di sisi lain, lanjutnya, banyak alat bantu jalan yang sebenarnya masih layak pakai justru hanya tersimpan di rumah setelah selesai digunakan.

ADVERTISEMENT

“Padahal alat tersebut masih bisa sangat membantu orang lain. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan program Titip Alat Bantu Jalan agar manfaatnya bisa terus berlanjut,” katanya.

Melalui program ini, masyarakat dapat menitipkan berbagai alat bantu jalan seperti tongkat, walker, kruk, kursi roda, dan alat bantu lainnya yang masih dalam kondisi baik.

ADVERTISEMENT

Setiap alat bantu yang diterima akan dilakukan pendataan administrasi, pemberian nomor inventaris, serta pemasangan identitas kecil agar pengelolaan layanan lebih tertib dan mudah dipantau.

“Program ini dijalankan dengan prinsip amanah, keterbukaan, kepedulian, dan pelayanan kemanusiaan. Semua alat yang dititipkan akan disalurkan atau dipinjamkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Ogek Agus.

Ogek Agus berharap gerakan sosial ini dapat menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, membantu sesama tidak harus selalu dengan sesuatu yang baru atau bernilai besar. Barang yang sudah tidak digunakan namun masih layak pakai pun bisa menjadi harapan bagi orang lain.

ADVERTISEMENT

“Kebaikan tidak selalu tentang memberi yang baru, tetapi tentang menghadirkan manfaat bagi yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan alat bantu jalan yang masih layak pakai hanya tersimpan tanpa manfaat.

“Mungkin bagi kita itu hanya barang yang sudah tidak dipakai. Tapi bagi orang lain, itu bisa menjadi alat untuk kembali berdiri, kembali berjalan, dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik,” tuturnya.

Program Titip Alat Bantu Jalan ini diharapkan menjadi gerakan sosial kemanusiaan yang terus berkembang dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Ketika seseorang kembali bisa melangkah, di situlah kepedulian sedang bekerja,” imbuh Ogek Agus.

Menurutnya, gerakan sosial kemanusiaan tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan dukungan banyak pihak agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, Ogek Agus berharap masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam gerakan ini dengan menitipkan alat bantu jalan yang masih layak pakai agar dapat menjadi harapan baru bagi pasien dan masyarakat yang membutuhkan. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman