“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang selama ini harus menempuh perjalanan dengan transportasi seadanya,” ujarnya, didampingi tokoh senior Muhammadiyah, Ridwan Adami.

ADVERTISEMENT

Ramli menjelaskan, sebelum adanya bus sekolah, sebagian siswa harus diantar secara bergantian oleh orang tua atau menggunakan kendaraan yang tidak tetap. Kondisi itu dinilai kurang efektif dan berisiko terhadap keselamatan anak-anak. Dengan tersedianya fasilitas transportasi khusus, pihak sekolah berharap proses belajar menjadi lebih tertib dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan di Jamboe Drien kemudian ditutup dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah pemilihan Aceh I. (*)

ADVERTISEMENT
Editor: Salman