Timbun BBM Bersubsidi, Polisi Amankan Warga Pantee Bidari Aceh Timur

Kamis, 21 April 2022 - 01:28 WIB

Polisi mengamankan barang bukti 2 buah drum dan 3 jerigan yang berisi BBM bersubsidi jenis solar dengan total 600 liter di Pantee Bidari Aceh Timur, Jumat (15/4/2022). (Foto: Humas Polda Aceh)

Polisi mengamankan barang bukti 2 buah drum dan 3 jerigan yang berisi BBM bersubsidi jenis solar dengan total 600 liter di Pantee Bidari Aceh Timur, Jumat (15/4/2022). (Foto: Humas Polda Aceh)

GLOBAL IDI – Polda Aceh melalui Satreskrim Polres Aceh Timur kembali berhasil membongkar kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah hukum polres setempat.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang supir berinisial MY (60) yang diduga mengangkut dan menimbun BBM bersubsidi pada Jumat, (15/4/2022).

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang satu unit mobil Bireuen Expres yang diduga mengangkut BBM ilegal jenis solar.

Baca Juga :   Polisi Tetapkan 117 Orang Tersangka Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

“Mobil tersebut dikemudikan MY berulang kali isi minyak di SPBU Lhoknibong, Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur,” ujar Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, Selasa (19/4/2022).

Dari informasi tersebut, katanya, tim langsung melakukan penyelidikan dari SPBU sampai ke tempat penimbunan yang dilakukan di rumah MY.

Baca Juga :   Bantu Ekonomi Masyarakat, Gampong Lhung Tarok Kembali Salurkan BLT DD

“Setelah memastikan adanya tindak pidana, petugas menagkap yang bersangkutan di rumahnya,” sebut Kapolres.

Kapolres menambahkan, saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa dua buah drum serta tiga jerigan yang berisi BBM bersubsidi jenis solar dengan total 600 liter.

Kini pelaku beserta barang bukti, termasuk satu unit mobil yang digunakan mengangkut BBM bersubsidi telah diamankan ke Polres Aceh Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :   BEM STIKes Medika Seramoe Barat Gelar Kegiatan Amal

“Pelakunya sudah kita amankan dan akan disangkakan pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam paragraf 5 pasal 40 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” pungkasnya.(*)


Ikuti berita terbaru Aceh Global News melalui Google News : Klik Disini !

Baca Juga

Berita

Momentum Hari Asyura, Tgk Turki Bergabung dengan PKB

Berita

Lantik 46 Kepala Kampong Terpilih, Ini Pesan Walikota Subulussalam

Berita

Kapolres Simeulue Lakukan Pengecekan Penumpang Kapal Teluk Sinabang

Kriminal

Waspada! Modus Baru Penipuan Berkedok Kurir Pengiriman Paket Via WhatsApp

Berita

Pemerintah Gampong Padang Hilir Susoh Abdya Gelar Musdes BUMDes
Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako

Hukum

YARA Sesalkan Isu Tak Sedap Pasca Kunker Keuchik Subulussalam ke Batam
Kakorlantas Cek Sirkut Mandalika Jelang MotoGP Mari Jadi Tuan Rumah yang Baik

Berita

Jelang MotoGP 2022, Kakorlantas Polri Cek Sirkuit Mandalika

Berita

Petugas Tertibkan Ibu Bersama Anak yang jadi Pengemis Jalanan di Abdya