Blangpidie, Acehglobal — Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan bahwa pemerintahan yang ia pimpin bersama Wakil Bupati Zaman Akli tidak anti kritik dan membuka ruang kolaborasi dengan /pj-bupati-abdya-ajak-insan-pers-ciptakan-suasana-kondusif/" target="_blank" rel="noopener">insan pers.
Hal itu disampaikan Safaruddin saat menggelar coffee morning bersama puluhan wartawan di Pendopo Bupati Abdya, Blangpidie, Sabtu (31/5/2025).
Menurut Safaruddin, media memiliki peran penting dalam menyuarakan pesan-pesan pembangunan ke tengah masyarakat.
Ia menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah dan media bukanlah bentuk intervensi terhadap independensi pers, serta mengekang kebebasan jurnalis, melainkan upaya memperkuat komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.
“Kolaborasi pemerintah dengan wartawan penting untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan ke ruang publik. Tapi tentu bukan untuk menyandra teman-teman media,” ucap Safaruddin dalam pertemuan tersebut.
Bupati dari Partai Gerindra ini juga menekankan bahwa kolaborasi yang terbangun justru harus membuka ruang bagi kritik yang bersifat membangun dan produktif. Ia menyebut kritik adalah bagian penting dari pemerintahan yang sehat.
“Kolaborasi bukan sekadar menjadi pagar (tameng) pemerintah. Tapi juga soal menerima kritik yang mendorong perubahan. Pemerintah hari ini harus kuat dan mampu meninggalkan legacy yang baik,” ujarnya.
Ia menilai, suasana daerah yang kondusif turut dipengaruhi oleh pemberitaan media yang berimbang. Terlebih setelah gelaran Pilkada 2024, ia berharap tidak ada lagi sentimen pribadi yang bisa memecah belah masyarakat.
“Mari kita move on. Politik kalau terus dalam kegaduhan, maka akan berbanding lurus dengan kelambanan pembangunan daerah,” katanya
Dalam kesempatan itu, Safaruddin juga mengingatkan pentingnya wartawan menggali informasi langsung dari pengambil kebijakan, bukan hanya dari petugas teknis di lapangan.
“Kalau ada yang perlu dikonfirmasi, silakan wawancarai langsung pengambil keputusan. Karena saya sendiri berlatar akademisi, setiap kebijakan yang saya ambil pasti melalui kajian dan riset,” jelasnya.
Safaruddin turut menyinggung dampak positif dari berbagai kegiatan daerah yang telah dan sedang berlangsung saat ini, seperti pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 yang digelar di Lapangan Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.
Menurutnya, even tersebut membawa banyak manfaat, mulai dari promosi pariwisata, penguatan sektor UMKM, hingga meningkatnya okupansi penginapan lokal.
“Daerah kita ini kecil. Maka kita harus proaktif ke provinsi dan pusat agar bisa mendapat penghargaan. Itu penting agar pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM bisa berjalan maksimal,” paparnya.
Safaruddin berharap wartawan dan pemerintah dapat berjalan seiring dalam menciptakan ruang publik yang teduh, tanpa bermaksud untuk meninabobokan wartawan dengan membenarkan semua kebijakan pemerintah.
“Ayo kita bangun kolaborasi. Bukan untuk saling membenarkan, tapi saling mengingatkan agar arah kebijakan tetap berada di jalur yang benar,” pungkasnya. (*)


