Blangpidie – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli melayat ke rumah duka almarhum Reza (12) di Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Senin (4/5/2026). Reza merupakan korban yang terseret arus di intake irigasi Sungai Krueng Manggeng pada Sabtu (2/5/2026).
Kedatangan orang nomor dua di Abdya tersebut sebagai bentuk empati pemerintah daerah setempat terhadap keluarga korban.
Selain melayat, Wabup Zaman Akli juga menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan.
Kehadiran Zaman Akli didampingi Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Abdya, Iin Supardi yang bertujuan memberikan dukungan moral kepada orang tua korban.
Dalam kesempatan itu, Wabup Zaman Akli juga menyampaikan salam dari Bupati Abdya Safaruddin yang belum dapat hadir karena sedang berada di luar daerah.
“Kehadiran kami untuk memberikan semangat kepada orang tua almarhum. Kami juga menyampaikan salam dari Pak Bupati yang belum sempat hadir,” kata Zaman Akli.
Wabup menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi. Pemerintah daerah, kata dia, berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Menurutnya, setiap musibah yang terjadi mengandung hikmah yang dapat diambil. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, apalagi di tengah curah hujan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Abdya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT,” ujar Wabup Zaman Akli.
Sebelumnya, Reza dilaporkan terseret arus saat mandi bersama teman-temannya di kawasan intake irigasi Krueng Manggeng.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026), dan memicu upaya pencarian oleh tim gabungan. Tim yang terlibat terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai sejak hari kejadian.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Jasad korban ditemukan tersangkut di tumpukan kayu dan bambu di tengah sungai, sekitar 8 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Ketua Tagana Abdya, Pardianto, mengatakan tim menemukan korban saat melakukan penyisiran intensif. “Korban ditemukan dalam posisi miring, tersangkut di tumpukan kayu dan bambu. Tim langsung turun ke air untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Abdya, Mukhsin, menyatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban ditemukan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.
Menurutnya, kerja sama tim gabungan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menemukan korban. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. (*)



Tinggalkan Balasan