Blangpidie – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan Blangpidie. Pembukaan berlangsung di halaman kantor Camat setempat, Senin malam (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Zaman Akli menyampaikan bahwa MTQ tingkat kecamatan harus menjadi fondasi dalam menyeleksi, membina dan melahirkan qari serta qariah terbaik yang akan bersaing pada MTQ tingkat Provinsi Aceh 2027, di mana Abdya menjadi tuan rumah.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita tidak ingin hanya dikenal sebagai tuan rumah yang baik dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus mampu tampil sebagai juara,” ujarnya.
“Kita ingin dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, yang tidak hanya fasih dalam melantunkan ayat, tetapi juga kuat dalam mengamalkan nilai-nilainya,” sambung Zaman Akli.
Ia menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan sarana pembinaan nilai dan karakter berbasis Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk arah generasi dan masyarakat Abdya ke depan.
“Di tempat ini, kita tidak hanya mendengar lantunan ayat suci, tetapi sesungguhnya kita sedang menata arah generasi kita, arah masyarakat kita, dan arah Kabupaten Aceh Barat Daya yang kita cintai,” ujarnya.
Zaman Akli menilai tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Menuju Arah Baru Abdya yang Madani” sebagai ajakan memperkuat nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Ia menekankan kesiapan Abdya sebagai tuan rumah MTQ provinsi tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga sumber daya manusianya.
“Kita semua menyadari bahwa beberapa waktu ke depan, Kabupaten Aceh Barat Daya akan memikul sebuah amanah besar, menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Aceh ke-38 Tahun 2027.
“Ini bukan hanya tentang kesiapan panggung, tenda, atau fasilitas. Lebih dari itu, ini adalah tentang kesiapan ruh, kesiapan nilai, dan kesiapan sumber daya manusia yang benar-benar mencerminkan semangat Al-Qur’an itu sendiri,” kata Zaman Akli.
Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah arus informasi yang cepat. Karena itu, Al-Qur’an harus menjadi rujukan utama agar tidak kehilangan arah.
“Dalam situasi seperti ini, Al-Qur’an tidak boleh hanya menjadi simbol. Ia harus menjadi pusat. Ia harus menjadi rujukan. Ia harus menjadi kompas yang menuntun kita agar tidak kehilangan arah,” katanya.
MTQ, lanjutnya, tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Ia meminta peserta menjadikan ajang ini sebagai bagian dari proses belajar dan pembinaan diri.
“Kepada para peserta, saya ingin menyampaikan bahwa kehadiran saudara-saudari di sini bukanlah sesuatu yang biasa. Ini adalah bagian dari perjalanan besar. Teruslah belajar, teruslah berlatih, dan yang paling penting, teruslah menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, karena dari situlah kemuliaan itu berasal,” ucapnya.
Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam pembinaan generasi Qur’ani, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.
“Mari kita jadikan Abdya sebagai daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara spiritual,” ajaknya
“Karena pada akhirnya, arah baru Abdya yang kita cita-citakan bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi tentang pembangunan manusia. Manusia yang berakhlak, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkas Zaman Akli.
MTQ tingkat Kecamatan Blangpidie ini diikuti 87 peserta dari 20 gampong. Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, Keuchik, serta dewan hakim dan peserta lomba. (*)



Tinggalkan Balasan