Meureudu/yara-desak-prabowo-tetapkan-banjir-aceh-dan-sumatra-sebagai-bencana-nasional/" target="_blank" rel="noopener">Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh kembali membawa duka mendalam bagi dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, Sekolah Islam Terpadu (SIT) An-Nur di Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terdampak paling parah setelah aliran sungai di sekitar sekolah terpecah dan menghantam bangunan sekolah.

Sekolah yang berada di Jalan Tgk Chiek Pante Geulima, Dusun Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu itu menampung siswa PAUD, SD, SMP, hingga unit boarding school. Termasuk SMK Agribisnis yang baru dibuka tahun ini juga ikut rusak akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) lalu di wilayah Provinsi Aceh.

ADVERTISEMENT

Jenjang SD yang berdiri sejak 2015 serta SMP yang beroperasi sekitar lima tahun terakhir turut mengalami kerusakan berat. Arus banjir mengikis tanah di sekitar bangunan dan menghancurkan fasilitas belajar yang ada di lokasi tersebut.

Ketua Yayasan SIT An-Nur Pidie Jaya, Ustaz Makmur Hasan Sufi, mengatakan ketika banjir datang pada Rabu (26/11) malam, sejumlah siswa SMP yang tinggal di asrama terpaksa dievakuasi. Mereka dipindahkan ke gedung utama untuk menghindari risiko banjir yang semakin besar.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, para siswa sempat terjebak hingga tiga hari karena debit air meningkat dan akses menuju sekolah tertutup material banjir.

“Kondisi sekolah kami saat ini sangat parah. Tanah di sekitar bangunan sudah terkikis, aliran sungai terpecah dan membentuk jalur baru yang tepat mengarah ke sekolah,” ujarnya kepada AGN Logo, Senin (8/12/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan banyak inventaris, fasilitas, hingga infrastruktur sekolah tidak bisa digunakan lagi. Kerusakan juga dialami SMK Agribisnis yang baru saja diresmikan beberapa bulan lalu.

“Harapan besar untuk memajukan pendidikan kejuruan generasi muda Aceh sementara harus terhenti,” kata Ustaz Makmur.

Meski begitu, pihaknya memastikan proses belajar mengajar harus tetap berjalan. Sekolah sedang menyiapkan opsi darurat seperti tenda belajar, pembangunan ruang kelas sementara, hingga menyewa gedung lain agar pendidikan siswa tidak terputus.

“Kami tetap optimis. Anak-anak harus tetap belajar. Tapi hari ini kami benar-benar terhambat. Karena itu kami sangat membutuhkan bantuan dari para donatur dan relawan,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan, SIT An-Nur membuka donasi guna membangun kembali fasilitas sekolah. Bantuan yang diterima akan digunakan untuk ruang kelas darurat, tenda belajar, pengadaan buku dan alat peraga, hingga pemulihan area sekolah yang tergerus aliran sungai.

“Untuk bantuan donasi dapat disalurkan melalui rekening 7253098141 (BSI) atas nama SIT An-Nur. Konfirmasi donasi dapat dilakukan ke nomor 082138955747 atas nama Aida Zuhra,” jelasnya.

AGN Logo/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002.jpg" alt="" width="1131" height="1600" srcset="https://www.acehglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002.jpg 1131w, https://www.acehglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002-1086x1536.jpg 1086w, https://www.acehglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002-17x24.jpg 17w, https://www.acehglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002-25x36.jpg 25w, https://www.acehglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0002-34x48.jpg 34w" sizes="(max-width: 1131px) 100vw, 1131px" />
Flyer penggalangan donasi untuk Sekolah Islam Terpadu (SIT) An-Nur di Pidie Jaya, Aceh. (Dok. SIT An-Nur Pidie Jaya)

Ustaz Makmur berharap kabar ini dapat menjangkau masyarakat Aceh hingga seluruh Indonesia. Ia mengajak para dermawan ikut membantu agar kegiatan belajar di SIT An-Nur dapat kembali normal.

“Satu donasi Anda, sekecil apa pun, dapat menjadi jalan bagi anak-anak untuk kembali belajar, bermimpi, dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Editor: Salman