Blangpidie – Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), resmi menutup rangkaian Festival Anak Shaleh IV Tahun 2026 pada Sabtu malam (31/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, sejak 24 Januari 2026 tersebut dipusatkan di TPA Nurul Iman dan diikuti antusias oleh anak-anak serta remaja setempat.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Ilmu Agama Jadi Pondasi, Anak Shaleh Jadi Harapan”.
Ketua Panitia Pelaksana, Agustina, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai jenjang usia dan pendidikan.
Seluruh peserta, kata Agustina, merupakan anak-anak dan remaja yang berdomisili di Gampong Lhung Asan.
“Festival ini menjadi ruang pembinaan sekaligus ajang seleksi awal bagi anak-anak Lhung Asan untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di berbagai tingkatan,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan, pada Festival Anak Shaleh ke-4, Panitia menyelenggarakan sembilan kategori perlombaan dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.
Cabang lomba tersebut meliputi hafalan surah pendek untuk siswa kelas I SD/MI, membaca dan menghafal surah Al-Qur’an untuk tingkat SMP–SMA, serta kategori hafalan bagi siswa kelas IV SD hingga SMP sederajat.
Selain itu, lanjut Agustina, panitia juga menggelar lomba membaca Iqra’ untuk jenjang PAUD dan TK. Pada kategori hafalan, peserta kelas II dan III SD diuji melalui hafalan doa qunut dan tasyahud akhir.
“Cabang lainnya mencakup pidato keagamaan dan tilawatil Qur’an untuk siswa kelas IV SD hingga SMP. Sementara itu, cerdas cermat agama dipertandingkan untuk dua kelompok, masing-masing tingkat SD serta SMP dan SMA,” katanya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Lhung Asan, Maidi, mengatakan Festival Anak Shaleh akan menjadi agenda rutin tahunan yang didukung melalui anggaran Dana Desa.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum untuk menyiapkan generasi muda yang unggul di bidang keagamaan.
“Kami ingin setiap MTQ, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, ada perwakilan dari Gampong Lhung Asan,” kata Maidi.
Ia menambahkan, keberlanjutan festival ini menjadi penting mengingat Kabupaten Aceh Barat Daya direncanakan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh. Karena itu, pembinaan sejak usia dini dinilai perlu dilakukan secara terarah dan berkesinambungan.
Maidi juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penerapan Qanun Peukong Agama, terutama terkait kewajiban anak-anak mengikuti pendidikan agama dan mengaji di TPA maupun di rumah pada waktu Magrib hingga Isya.
Di akhir sambutannya, Maidi menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemuda, serta seluruh masyarakat gampong yang telah berperan aktif menyukseskan Festival Anak Shaleh IV Lhung Asan.
“Tanpa kebersamaan dan dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak mungkin berjalan maksimal,” ujarnya. (*)


