Teheran – Pemerintah Iran menolak seruan gencatan senjata dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dia menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan perlawanan sampai perang benar-benar dihentikan secara total dan permanen.
Menurut Araghchi, penghentian konflik hanya bisa terjadi jika ada jaminan keamanan yang jelas bagi rakyat Iran. Karena itu, Teheran menilai gencatan senjata sementara tidak akan menjadi solusi bagi situasi yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara eksklusif program “Meet the Press” di NBC News, Araghchi menuding pihak AS dan Israel telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang berat. Ia menyebut sejumlah serangan yang terjadi telah menimbulkan korban dari kalangan sipil.
“AS dan Israel membunuh rakyat kami, mereka membunuh siswi-siswi, Anda tahu, mereka menyerang rumah sakit,” kata Araghchi.
Araghchi menilai tindakan tersebut menjadi bukti bahwa kedua negara telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai untuk mengakhiri perang selama 12 hari pada tahun lalu.
Karena itu, ia meragukan kemungkinan tercapainya gencatan senjata baru dalam konflik yang sedang berlangsung saat ini. Menurutnya, Iran tidak akan menghentikan perlawanan sebelum ada kepastian bahwa perang benar-benar berakhir.
“Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Araghchi juga menyinggung laporan mengenai kerja sama antara Iran dan Rusia.
Pada Jumat (6/3/2026), empat sumber mengatakan kepada NBC News bahwa Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi pasukan AS di kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut disebut-sebut mencakup data yang dapat membantu Iran melacak keberadaan kapal perang milik AS.
Menanggapi laporan tersebut, Araghchi menilai kerja sama antara Teheran dan Moskwa bukanlah sesuatu yang baru. Ia mengatakan kedua negara telah lama menjalin hubungan strategis dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama keamanan.

Tinggalkan Balasan