Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Sosok

Kader NU Tulen, Doktor Salman Alfarisi Lolos Seleksi Calon Kakanwil Kemenag Aceh

1050
×

Kader NU Tulen, Doktor Salman Alfarisi Lolos Seleksi Calon Kakanwil Kemenag Aceh

Sebarkan artikel ini
Dr Salman Al Farisi, SAg, MPd. Foto/Ist

Selain memiliki latar belakang akademik yang kuat, Salman juga dikenal sebagai sosok yang memiliki darah NU yang mengalir dalam dirinya sejak usia muda.

BLANGPIDIE – Dr Salman Al Farisi, SAg, MPd, seorang kader Nahdlatul Ulama (NU) tulen, berhasil lolos dalam seleksi Calon Kepala Kantor (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pria kelahiran 22 September 1975 yang berasal dari Desa/Gampong Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) ini merupakan salah satu dari 18 kandidat terbaik yang berhasil melewati seleksi ketat tersebut.

Salman Alfarisi, yang merupakan mantan Kepala Balai Diklat Kemenag Medan, telah ditunjuk sebagai Kepala Kankemenag Abdya sejak 16 Juni 2022.

Selain memiliki latar belakang akademik yang kuat, Salman juga dikenal sebagai sosok yang memiliki darah NU yang mengalir dalam dirinya sejak usia muda.

Pada tahun 1998, Salman bergabung dengan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Umum PKC PMII Aceh pada 1999-2000.

Salman menyelesaikan studi S-1 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh dengan jurusan Bahasa Arab dan lulus pada tahun 2000. Kemudian, ia melanjutkan studi S-2 di Universitas Syiah Kuala (USK) pada Program Studi Administrasi Pendidikan dan berhasil lulus pada tahun 2007.

Tak puas dengan pencapaian tersebut, Salman kembali melanjutkan studinya dan berhasil meraih gelar Doktor (S-3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry program studi Pendidikan Islam dengan disertasi berjudul “Efektivitas Program Diklat Teknis Subtansif Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam di Aceh” pada tahun 2020.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Kankemenag Abdya, Salman telah memulai karirnya sebagai seorang CPNS pada 1 April 2006 dan bekerja sebagai tenaga Guru pada MAN Blangpidie. Selanjutnya, ia dipindahkan menjadi Guru MAS Manggeng sebelum diangkat sebagai Kepala MA Swasta Tangan-Tangan, seluruhnya berada di Abdya.

Pada tahun 2015, ia menjadi Widyaiswara pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh dan kemudian diangkat sebagai Kepala BDK Provinsi Aceh. Berkat kinerjanya yang gemilang, Salman kemudian dipercaya untuk memimpin BDK Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Salman Alfarisi merupakan sosok yang luar biasa dengan kiprah karir yang cemerlang dan dedikasi tinggi dalam organisasi NU.

Indormasi yang dihimpun Acehglobalnews, berikut profil jabatan dan organisasi, Doktor Salman Al Farisi.

Riwayat Jabatan Dr Salman Al Farisi

1. Kepala Kantor Kementerian Agama Abdya Tahun 2022-2023

2. Kepala Balai Diklat Keagamaan Medan Tahun 2019-2022

3. Kepala Balai Diklat Keagamaan Aceh Tahun 2017-2019

4. Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Aceh Tahun 2007

5. Kepala MTss Tangan – tangan Abdya Tahun 2013-2017

6. Guru di MAN Abdya Tahun 2006 – 2013

Pengalaman Organisasi

1. Wakil Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Abdya rentang waktu 2021-2025

2. A’WAN PW Nahdlatul Ulama (NU) Aceh 2020-2025

3. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) 2004-2006

4. Ketua Umum PW IKA PMII Aceh 2018-2022

5. Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) 2009-2014

6. Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Aceh 2016-2019

7. Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Aceh 2000-2001

8. Wakil Ketua Tanfidziah PC Nahdlatul Ulama (NU) Abdya 2006-2011

9. Wakil Ketua Tanfidziah PC Nahdlatul Ulama (NU) Abdya 2011-2016

10. Ketua Dewan Pakar PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Abdya periode tahun 2022-2027

11. Ketua Umum PC PMII Banda Aceh tahun 1999-2003

12. Sekretaris Umum KNPI Abdya tahun 2003-2005

13. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tahun 1998-1999. (*)

Baca Juga :   Polisi Gagalkan Peredaran 179 Kg Sabu Jaringan Internasional di Aceh