Blangpidie – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi, mendesak Bupati Safaruddin segera memanggil para pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di daerah tersebut.
Desakan itu muncul menyusul banyaknya keluhan petani terkait rendahnya harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat pabrik.
“Kami kira ini perlu segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Abdya dengan serius. Maka, kami mendesak Bapak Bupati untuk segera memanggil pemilik PKS yang beroperasi di Abdya,” kata Roni Guswandi, kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Roni mengungkapkan, laporan dari petani hampir selalu muncul terkait harga TBS yang tidak sesuai dengan ketetapan Pemerintah Aceh.
Kondisi ini, menurut Roni merugikan petani yang bergantung pada hasil perkebunan sawit.
“Hari ini, harga TBS yang dibeli ditingkat PKS Rp2.770 – Rp3.000 rupiah per kilogram. Padahal harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Aceh per 22 April – 5 Mei 2026 bekisar Rp3.275 – Rp3.394 rupiah per kilogram,” kata Roni.
Roni Guswandi yang akrab disapa Abi Roni itu menilai, perbedaan harga tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah, menurutnya, harus mengambil langkah konkret untuk memastikan harga berjalan sesuai ketentuan.
Roni juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap operasional PKS. Tanpa pengawasan yang memadai, kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dikhawatirkan tidak akan berjalan efektif di lapangan. (*)



Tinggalkan Balasan