Blangpidie – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi atau yang akrab disapa Abi Roni, menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Abdya adalah yang terbaik sepanjang sejarah sejak lahirnya kabupaten tersebut pada 10 April 2002 setelah resmi mekar dari induk Kabupaten Aceh Selatan.
Abi Roni mengapresiasi suksesnya rangkaian peringatan HUT ke-24 Abdya. Ia menilai perayaan HUT tahun ini berlangsung meriah, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Apalagi, kata Abi Roni, Abdya berhasil mencatatkan dua rekor dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan “Meuseuraya Toet Lemang” yang merupakan kado terindah sepanjang perayaan HUT Abdya.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 15 ribu lemang dibakar massal, di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan – Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, pada Sabtu (25/4/2026).
Selain lemang, puluhan ribu tape ikut tersaji sebagai makanan pelengkap atas kuliner tradisional Aceh tersebut.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi masyarakat Abdya. Tradisi Toet Leumang yang dilaksanakan massal di sepanjang Lhung Asan hingga Lhueng Tarok membuktikan kekayaan budaya kita bernilai luar biasa. Saya berani katakan, ini adalah HUT terbaik sepanjang lahirnya Abdya,” ujar Abi Roni di Blangpidie, Senin (27/4/2026).
Selain capaian rekor MURI, Ketua DPRK Abdya itu juga mengapresiasi seluruh rangkaian HUT ke-24 Abdya, yang meliputi syiar keagamaan, pameran UMKM, pentas seni dan budaya di Lapangan Pulau Kayu, Susoh, hingga olahraga ekstrem grasstrack (motor cross),
Semua rangkaian kegiatan tersebut, sebut Abi Roni, telah menjadi mesin penggerak roda ekonomi masyarakat Abdya.
“Seluruh rangkaian kegiatan mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal secara signifikan. Kita melihat antusiasme pedagang dan pembeli yang luar biasa di setiap titik acara. Ini adalah dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Abi Roni juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dinilai bekerja optimal sejak awal hingga penutupan kegiatan. Ia menyebut kesiapan teknis dan koordinasi yang baik menjadi kunci suksesnya pelaksanaan agenda besar tersebut.
Menurutnya, kerja kolektif menjadi fondasi utama keberhasilan kegiatan berskala massal. Hal ini menunjukkan kapasitas daerah dalam mengelola event besar secara profesional.
“Terima kasih kepada panitia yang bekerja keras memastikan agenda ini berjalan matang dan terukur,” ucapnya.
Di sisi lain, Abi Roni juga memberikan apresiasi khusus kepada “Pasukan Hijau Muda” petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Abdya.
Dibawah komando Kepala Dinas Armayadi ST, Pasukan Hijau Muda itu dengan sigap membersihkan sampah di semua titik lokasi pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-24 Abdya.
Meskipun di tengah ramainya pengunjung, mereka tetap semangat demi menjaga kebersihan lokasi kegiatan. Area strategis seperti bantaran Sungai Krueng Beukah, Lapangan Pulau Kayu Susoh, hingga arena grasstrack tetap terjaga kebersihannya.
Tak salah, politisi muda Partai Gerindra itu menyebut bahwa Pasukan Hijau Muda DLH Abdya adalah pahlawan di balik layar HUT ke-24 Abdya.
Lebih lanjut, Abi Roni menegaskan bahwa keberhasilan HUT ke-24 Abdya merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Ia menilai capaian tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah. Ia berharap semangat tersebut tetap terus dijaga dalam program pembangunan ke depan.
“Semangat ‘Arah Baru Abdya Maju’ ini harus terus konsisten kita bawa dalam setiap program pembangunan di masa depan agar Negeri Breuh Sigupai semakin disegani dan mandiri,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan