Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus mendorong penguatan syariat Islam melalui pendekatan langsung ke tengah masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pengajian di sebuah warung kopi (warkop) di Kecamatan Manggeng.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2025 tentang Peukong Agama dalam pelaksanaan syariat Islam di Kabupaten Abdya.
Pengajian tersebut dihadiri Wakil Bupati Abdya Zaman Akli dan Camat Manggeng Ridhawiyardi. Hadir sebagai pemateri, pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk H Farmadi ZA MSc atau yang akrab disapa Abu Farmadi.
Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat, imum mukim, keuchik, serta kepala sekolah di Kecamatan Manggeng juga turut hadir mengikuti kegiatan pengajian tersebut.
Dalam tausiahnya, Abu Farmadi mengupas keutamaan bulan suci Ramadhan dan amalan yang perlu dijaga oleh umat Islam. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah SWT peruntukkan bagi orang-orang beriman untuk meraih derajat takwa.
Momentum Ramadhan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah, sehingga kita layak mendapatkan predikat orang-orang yang bertakwa,” ujarnya di hadapan jamaah pengajian.
Selain membahas keutamaan puasa, Abu Farmadi juga menyoroti maraknya permainan domino dan praktik judi online yang kerap terjadi, termasuk saat Ramadhan.
Ia menilai, permainan yang mengarah pada unsur perjudian hukumnya makruh, bahkan bisa menjadi haram jika terdapat unsur taruhan. Fenomena tersebut dinilai bertentangan dengan semangat menjaga kesucian bulan Ramadhan.
Menurut dia, meskipun perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa secara fikih, namun dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia dan dilarang agama,” tegasnya.
Abu Farmadi juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan jika menemukan praktik judi online di lingkungan sekitar. Sikap proaktif itu, menurutnya, menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga marwah Ramadhan. Ia berharap pengajian seperti ini dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat.

Tinggalkan Balasan