Blangpidie – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) hingga santri di Kemukiman Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diduga belum pernah merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi ini memicu kekecewaan dan tanda tanya besar dari para orang tua murid serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Mukim Krueng Batee, Tgk Agus, mengungkapkan kekecewaannya usai menerima banyak keluhan dari para orang tua siswa yang mempertanyakan mengapa anak-anak mereka belum juga tersentuh program tersebut.

“Kami heran kok masih banyak sekolah SD di Kemukiman Krueng Batee yang belum pernah menerima jatah MBG,” ujar Tgk Agus kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Tgk Agus menjelaskan, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya ke sejumlah sekolah, fakta di lapangan menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

“Dari sekian banyak sekolah di Kemukiman Krueng Batee, hanya 15 persen yang menerima MBG. Sementara 85 persen sisanya sama sekali belum pernah menerima manfaat program ini,” ungkapnya tegas.

Dapur Berada di Desa, Tapi Anak-Anak Tak Dapat Jatah

ADVERTISEMENT

Hal yang paling ironis, kata Tgk Agus, keberadaan dapur unit penyedia MBG sebenarnya berada persis di wilayah mereka, yakni di Desa Alue Pisang, Kemukiman Krueng Batee.

Namun, keberadaan dapur tersebut seolah tak memberikan dampak langsung bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

“Kan aneh, dapur MBG-nya ada di desa itu, tapi siswa SD dan anak-anak pesantren di sana justru tidak menerima jatah. Kami sangat berharap pihak pengelola bisa memprioritaskan siswa-siswa di sini,” cetusnya.

Penjelasan Pihak SPPG

ADVERTISEMENT

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rauzatul Jannah, memberikan klarifikasinya.

Kepada wartawan, Rauzatul menjelaskan bahwa dapur MBG yang saat ini beroperasi di Alue Pisang merupakan dapur pindahan dari Gampong Alue Padee.

Oleh karena itu, kata dia, data penerima manfaat yang dilayani saat ini masih menggunakan data dari lokasi lama.

“Dapurnya memang pindahan, dan penerima manfaatnya juga sudah terdata dari sebelumnya,” kata Rauzatul, Jumat (31/7/2026).

Rauzatul tak menampik bahwa persoalan ini memang sudah menjadi kekhawatiran pihaknya sejak awal kepindahan dapur.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil), namun hingga kini belum ada instruksi atau keputusan pasti dari pusat mengenai penambahan kuota penerima.

Sejak beroperasi selama 14 hari di lokasi baru, dapur tersebut mendistribusikan jatah makanan ke 15 sekolah dan 1 Posyandu dengan total 2.064 penerima manfaat.

Rauzatul memastikan jika unit dapur SPPG lain yang ada di Kecamatan Kuala Batee nantinya sudah resmi beroperasi, distribusi penerima manfaat untuk sekolah-sekolah di Kemukiman Krueng Batee akan segera disesuaikan.

“Insya Allah, jika dapur SPPG yang ada di Kecamatan Kuala Batee sudah beroperasi penuh, nanti pemerataan penerima manfaat bisa kita sesuaikan,” pungkasnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Sy