Blangpidie – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Abdya terkait penanganan dan pemenuhan suplai air bersih.
Penandatanganan dokumen kerja sama (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Direktur RSUD-TP, dr. Ismail Muhammad, bersama Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi, di ruang rapat RSUD-TP, Senin (28/9/2026).
Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, menyambut baik kolaborasi antar-instansi daerah ini. Menurutnya, kepastian suplai air bersih merupakan hal vital bagi operasional fasilitas kesehatan.
“Dengan kerja sama ini, kita dapat meminimalisir terjadinya kendala suplai air bersih di rumah sakit,” ujar sosok yang akrab disapa Ismuha ini.
Ismuha menambahkan, sebagai fasilitas pelayanan publik yang beroperasi nonstop 24 jam, kebutuhan air bersih di rumah sakit bersifat mendasar dan tidak boleh terputus sedikit pun.
“Karena rumah sakit sifatnya pelayanan publik, maka tidak boleh terkendala air bersih. Setiap saat air harus terpenuhi,” tegasnya.
Ia berharap, kerja sama ini dapat merespons dengan cepat berbagai potensi gangguan teknis di lapangan, seperti kendala kebocoran pipa atau kendala operasional lainnya.
Di sisi lain, Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal ketersediaan air bersih di RSUD-TP, termasuk memberikan pendampingan teknis.
“Kerja sama ini tidak ada biaya tambahan, cuma biaya tagihan air rutin. Nantinya kami juga akan memberikan pelatihan kepada operator air di rumah sakit, sehingga suplai air bersih benar-benar terjaga dan tidak mengalami kendala,” kata Riza.
Riza memastikan seluruh pemeliharaan (maintenance) instalasi dan pemenuhan air bersih di area rumah sakit kini menjadi tanggung jawab penuh pihak Perumdam Tirta Abdya.
“Semua maintenance air bersih di rumah sakit sudah menjadi tanggung jawab Perumdam Tirta Abdya. Kita berharap kerja sama ini membawa hasil yang maksimal bagi pelayanan masyarakat,” pungkas Riza. (*)




