ACEH TAMIANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PW HIMPAUDI) Provinsi Aceh melaksanakan kunjungan kemanusiaan ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 16 Februari 2026.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua PW HIMPAUDI Provinsi Aceh, Ibu Yulia Sary, S.S., M.Pd., guna menyalurkan paket bantuan Ramadhan bagi para guru PAUD dan masyarakat sekitar sebagai bentuk solidaritas menyambut bulan penuh berkah.
Kehadiran Tokoh dan Sambutan Hangat
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Kabid PAUD dan PNF Kabupaten Aceh Tamiang serta Bunda PAUD Gampong Bendahara. Kehadiran rombongan yang dipimpin oleh Ibu Yulia Sary disambut dengan antusiasme tinggi dan rasa bahagia oleh warga setempat.
Bagi masyarakat Aceh Tamiang, perhatian ini memiliki makna mendalam. Paket bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan persiapan kebutuhan pokok menjelang puasa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pendidik PAUD di seluruh wilayah Aceh.
Peninjauan Daerah Bencana :
Selain penyaluran bantuan, Ibu Yulia Sary, S.S., M.Pd. beserta rombongan juga menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi langsung lokasi-lokasi yang terdampak bencana untuk melihat kondisi terkini di lapangan. Lokasi yang dikunjungi meliputi:
Pesantren Darul Mukhalisin:
PW HIMPAUDI Aceh melakukan peninjauan langsung ke area pesantren yang terdampak bencana.
Kota Lintang Bawah:
Di titik ini, rombongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan untuk membantu meringankan beban mereka.
”Kehadiran kami di sini adalah bentuk cinta dan kebersamaan. Selain berbagi, kami juga ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita di daerah bencana, agar kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan,” ungkap Ibu Yulia Sary.
Harapan Kedepan
Aksi sosial ini menegaskan peran HIMPAUDI di bawah kepemimpinan Ibu Yulia Sary tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai lembaga yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap kondisi masyarakat dan para pejuang pendidikan di lapangan.

Tinggalkan Balasan