Blangpidie, Acehglobal – Sebanyak 161 guru di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam jabatan fungsional sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (/lulus-seleksi-159-pppk-abdya-segera-dapat-nip-dari-bkn-sk-diserahkan-akhir-september-2025/" target="_blank" rel="noopener">PPPK) formasi tahun 2023.

ADVERTISEMENT

Penyerahan SK dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Bupati Abdya, Dr Safaruddin di halaman kantor bupati, Rabu (6/8/2025).

Penyerahan SK itu mengacu pada Keputusan Bupati Abdya Nomor 700 Tahun 2025 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Guru PPPK.

ADVERTISEMENT

“Hari ini adalah hari istimewa. Saya melihat wajah-wajah Bapak Ibu yang penuh harapan dan perjuangan panjang. Tapi, hari ini ini perjuangan itu terbayar,” kata Safaruddin di hadapan para guru.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan agar para guru PPPK yang baru dilantik tidak lagi membawa urusan politik ke dalam ruang pendidikan. Ia meminta seluruh ASN, termasuk PPPK, menjaga netralitas dan fokus menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Mulai sekarang tinggalkan perbedaan politik. Tidak ada lagi 01, 02, atau 03. Sekarang hanya ada satu bupati untuk semua masyarakat kabupaten Abdya. Saya tidak ingin guru PPPK digunakan sebagai alat politik menjelang 2029,” tegasnya.

Safaruddin menekankan, pengangkatan sebagai guru PPPK bukan sekadar administratif, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa, status ini bukan jaminan abadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan profesionalisme.

ADVERTISEMENT

“Bapak Ibu hari ini adalah pionir di bidang pendidikan. Bekerjalah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan mulia yang membentuk generasi masa depan Abdya,” lanjutnya.

Menurutnya, jabatan ini bisa menjadi pintu karier panjang dalam pemerintahan, baik di dunia pendidikan maupun dalam struktur birokrasi lainnya. Namun, semua bergantung pada kinerja dan integritas masing-masing guru.

“Jabatan ini bisa jadi awal karier panjang hingga usia pensiun. Tapi juga bisa hilang bila tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Lebih jauh, Safaruddin menyoroti pentingnya peran guru dalam peningkatan kualitas SDM. Ia berharap para guru tidak hanya mengajar, tapi juga mencintai profesi ini sebagai ladang ibadah dan pembangunan.

“Kualitas pendidikan akan menentukan masa depan Abdya. Saya ingin tahun depan kita masuk 10 besar SDM terbaik di Aceh,” harapnya.

Di hadapan para guru, Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama wakil bupati tengah menggalakkan gerakan salat berjamaah Zuhur dan Asar di lingkungan perkantoran, termasuk di sekolah-sekolah. Ia meminta agar seluruh aktivitas dihentikan sementara saat azan berkumandang.

“Kita ingin suasana pendidikan diisi dengan keberkahan. Jika ada masjid atau musala, segera ke sana saat adzan berkumandang. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari membentuk karakter siswa dan tenaga pendidik yang taat beragama,” ujarnya.

Safaruddin turut mengingatkan agar para ASN, khususnya guru PPPK, memahami kondisi keuangan daerah dan tidak terlibat dalam aktivitas politik menjelang Pilkada 2029.

“Saya tidak ingin SK yang saya tanda tangani hari ini dijadikan alat kampanye atau menjadi buzzer politik siapa pun. Tugas utama kita adalah melayani masyarakat dan membangun Abdya, bukan berpolitik praktis,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Safaruddin memaparkan sejumlah capaian dan program yang telah dijalankan, mulai dari kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, revitalisasi sekolah, hingga bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat.

“Tugas kita bersama adalah memperbaiki kualitas pendidikan dan menurunkan angka kemiskinan yang saat ini masih 15,43%. Saya sudah berikan PR kepada dinas terkait untuk mengejar target ini,” ungkapnya.

“Saya ingin membuktikan bahwa kepemimpinan anak muda bisa membawa kemajuan. Abdya harus bangkit, baik dari sisi pendidikan, pertanian, maupun pengentasan kemiskinan,” pungkas Safaruddin. (*)

Editor: Salman