Ia mengingatkan para penerima agar bersyukur atas bantuan yang diberikan, mengingat keterbatasan dana infak yang tersedia.
Zaman menegaskan, dari banyaknya permohonan yang masuk ke Baitul Mal, hanya 25 unit yang dapat direalisasikan tahun lalu. Ia menyebut masih banyak warga miskin yang membutuhkan bantuan tersebut. Karena itu, penerima diminta memanfaatkan rumah tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Bapak ibu mesti bersyukur kepada Allah, sebab masih banyak saudara-saudara kita yang juga berstatus miskin dan dhuafa tinggal di rumah tak layak huni, tapi masih belum ada rezeki mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya memperluas program bantuan rumah layak huni dalam lima tahun ke depan.
Zaman menambahkan, di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dengan semangat “Arah Baru Abdya Maju”, pemerintah menargetkan tidak ada lagi warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Upaya itu dilakukan melalui penguatan program daerah dan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk menarik dukungan pembangunan ke daerah.
Wabup Zaman Akli juga menjelaskan, calon penerima bantuan harus mengajukan permohonan ke Baitul Mal. Setelah itu, petugas melakukan verifikasi kelayakan sebelum pembangunan dilakukan.
“Proses tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Jamaluddin, mengaku terharu atas rumah baru yang diterimanya. Ia menyebut telah tiga kali mengajukan proposal ke Baitul Mal Abdya sebelum akhirnya disetujui.
“Alhamdulillah baru sekarang dapat bantuan dari Baitul Mal. Dengan adanya bantuan ini kami sangat bahagia dan senang,” ujarnya.
Jamaluddin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Baitul Mal, serta para muzaki dan munfik. Ia berharap program bantuan rumah layak huni tersebut terus berlanjut agar lebih banyak warga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya. (*)

Tinggalkan Balasan