Blangpidie – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Tahun 2026 resmi dibuka di kompleks halaman Masjid Jamik Rawa Susoh pada Minggu malam (3/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRK Abdya Kasyful Wara, Plt Sekretaris Daerah Abdya Amrizal, Kepala Dinas Syariat Islam Muhammad Rasyid, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya, Hamdani.

ADVERTISEMENT

Hadir pula Camat Susoh T Nasrul, Sekcam Dasruddin, Kepala KUA Susoh Roni Haldi Lc, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Dewan Hakim, serta Keuchik dan aparatur gampong di wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Zaman Akli menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan MTQ tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga syiar Islam di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kehadiran kita di tempat ini menjadi bukti nyata adanya semangat kebersamaan dalam menjaga dan memuliakan syiar Islam, sekaligus memperkuat komitmen kita untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Zaman Akli menyebutkan, pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan merupakan bagian dari persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-38 Tahun 2027, di mana Abdya ditetapkan sebagai tuan rumah.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah sebuah kehormatan besar, sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari sisi kualitas peserta. Kita harus melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu bersaing dengan kabupaten lain,” ucapnya.

Ia menegaskan, Abdya tidak hanya harus sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meraih prestasi. Karena itu, pembinaan generasi Qur’ani perlu diperkuat agar mampu bersaing di tingkat provinsi.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai moral menghadapi berbagai tantangan. Dalam kondisi tersebut, Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam kehidupan masyarakat.

“Kepada para peserta, saya berpesan, keikutsertaan saudara-saudari hari ini adalah sebuah kebanggaan. Jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperdalam kecintaan kepada Al-Qur’an, dan memperkuat ukhuwah di antara sesama,” ajaknya.

Zaman Akli juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan MTQ Provinsi Aceh 2027. Dukungan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mendorong generasi muda belajar Al-Qur’an dan menjaga lingkungan yang religius.

Ia menambahkan, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari penyelenggaraan acara, tetapi juga dari dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembentukan generasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Kita ingin daerah ini menjadi contoh bahwa pembangunan dan spiritualitas dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” pungkasnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman