Blangpidie – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tahun 2026 mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Abdya, Afdhal Jihad menilai, langkah yang diinisiasi Bupati Safaruddin ini membawa dampak positif bagi psikologis dan emosional anak.
Menurut Afdhal, kehadiran aktif seorang ayah sangat vital dalam membentuk karakter, kecerdasan emosional, serta memberikan rasa aman bagi anak saat memasuki lingkungan baru.
“Ayah bukan hanya sekadar pencari nafkah, kehadiran aktif ayah menjadi teladan, penyeimbang pengasuhan, serta penyiap mental anak dalam menghadapi tantangan hidup,” kata Afdhal Jihad, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, kehadiran ayah atau wali di hari pertama sekolah memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi anak untuk memulai tahun ajaran baru.
“Momen ini memperkuat ikatan emosional dan menunjukkan bahwa ayah peduli serta mendukung penuh pendidikan mereka. Selain itu, ayah atau wali juga bisa ikut berperan aktif serta berja sama dengan sekolah,” ucapnya.
Afdhal menyebutkan, mengantarkan anak langsung ke gerbang atau kelas dapat menghilangkan rasa cemas, membangun keberanian, dan memberikan fondasi yang kuat untuk kematangan emosinya.
“Ayah atau wali juga bisa meluangkan waktu untuk bertemu wali kelas, mengetahui metode belajar, serta memahami lingkungan sekolah anak, agar perkembangan mereka dapat terus dipantau,” tuturnya.
Bagi anak, terutama laki-laki, melihat figur seorang ayah yang peduli terhadap pendidikan akan menumbuhkan semangat belajar dan mencontoh perilaku yang baik.
“Artinya, gerakan ini sangat luar biasa. Kita memberikan dukungan penuh. Mari kita luangkan waktu satu hari untuk mengantar anak-anak kita ke sekolah, sebab di hari pertama mereka sekolah mentalitas mereka terbangun, sebab mereka akan menghadapi lingkungan baru,” ucapnya.
Atasi Fenomena Fatherless
Sebelumnya diberitakan, Bupati Abdya Safaruddin mengajak seluruh ayah (wali) agar meluangkan waktu mengantarkan anak-anak mereka pada hari pertama sekolah.
Ajakan tersebut dituangkan secara resmi dalam Surat Edaran Nomor: 400.3/296 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tahun 2026.
Surat edaran itu ditujukan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Abdya, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan lembaga swasta di kabupaten setempat.
Dalam surat edaran itu disebutkan pelaksanaan GAMAS merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menuju Indonesia Emas 2045.
Program ini juga diarahkan untuk menjawab fenomena fatherless, yakni berkurangnya peran figur ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.
Bupati Safaruddin menekankan pentingnya keterlibatan ayah sejak hari pertama sekolah, sebagai bentuk dukungan moral dan emosional bagi anak. Kehadiran ayah diharapkan mampu membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, memberikan kenyamanan, serta mempersiapkan anak menjalani proses belajar dengan lebih baik.
Melalui edaran tersebut, seluruh kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan lembaga maupun badan usaha swasta diminta mendorong pegawai atau karyawan yang memiliki anak usia sekolah untuk mengikuti GAMAS. Instansi juga diminta memberikan dispensasi atau fleksibilitas jam kerja bagi para ayah.
Secara khusus, Bupati Safaruddin juga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Abdya agar meminta seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangannya menginformasikan pelaksanaan GAMAS kepada para orang tua peserta didik.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemkab Abdya dalam mendorong pola pengasuhan yang lebih partisipatif menuju pembentukan karakter anak sejak dini.
Surat edaran tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, serta Gubernur Aceh, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan SDM Indonesia. (*)
