Blangpidie – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Daya (DPRK Abdya), Khairunnas, meminta pemerintah daerah setempat agar memprioritaskan kelanjutan pembangunan Jembatan Mancangriek di Desa Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia.
Ia menilai infrastruktur tersebut sangat vital bagi aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Permintaan itu disampaikan Khairunnas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Setia, yang digelar pada Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut sudah terlalu lama terbengkalai tanpa kejelasan tindak lanjut.
Dalam sambutannya, Khairunnas menyoroti minimnya keseriusan pemerintah terhadap proyek yang telah lama dikeluhkan warga tersebut.
Menurut dia, hingga kini di lokasi pembangunan hanya terlihat beberapa pancang yang sudah bertahun-tahun terpasang, namun belum pernah dilanjutkan ke tahap pembangunan berikutnya.
“Keluhan masyarakat soal jembatan ini sudah sangat sering disampaikan. Tapi sampai hari ini belum ada langkah konkret. Pancang yang ada di lokasi itu sudah bertahun-tahun, namun tidak pernah ditindaklanjuti,” kata Khairunnas.
Selain jembatan, Khairunnas juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil.
Politisi PKB itu menilai, berbagai persoalan infrastruktur dan sarana pendukung masih menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi warga.
Menurut dia, mayoritas masyarakat Setia menggantungkan hidup pada tiga sektor utama, yakni perkebunan, pertanian, dan kelautan.
Namun, sebut Khairunnas, ketiga sektor tersebut masih dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari buruknya akses jalan perkebunan, sistem pengairan yang belum memadai, hingga keterbatasan pupuk.
“Masyarakat bekerja di sektor perkebunan, pertanian, dan kelautan. Ketiganya punya persoalan yang hampir sama, terutama akses jalan, pengairan, dan ketersediaan pupuk yang masih jauh dari harapan,” ujarnya.
