Banda Aceh — Baitul Mal Aceh (BMA) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Baitul Mal Kabupaten/Kota Se-Aceh Tahun 2026.
Kegiatan yang mempertemukan para amil pengelola zakat dari berbagai daerah ini secara resmi dibuka langsung oleh Plt Sekda Aceh Taufik ST, M.Si, yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, di Hotel Rasamala Indah, Seutui, Banda Aceh, Senin (5/10/2026).
Bimtek kelembagaan Baitul Mal se-Aceh ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, terhitung mulai tanggal 5 hingga 8 Oktober 2026.
Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus M. Yusuf atau yang akrab disapa Abon Yunus, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh unsur Dewan Pengawas, Ketua dan Anggota Badan, serta Sekretariat dan Tenaga Profesional dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Menurutnya, ini merupakan rakor atau bimtek kelembagaan kedua yang dihadiri secara lengkap oleh Baitul Mal Kabupaten/Kota se-Aceh. Melalui forum ini, ia berharap para peserta dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk berdiskusi.
“Moga-moga nanti dalam diskusi mungkin ada soalan-soalan, ada pertanyaan-pertanyaan terkait masalah qanun, hukum, tata cara segala macam bisa kita diskusikan,” pesan Abon Yunus, sekaligus mengucapkan selamat mengikuti kegiatan kepada seluruh peserta.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, dalam kesempatan yang sama menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, serta Plt Sekda Aceh yang berhalangan hadir pada pembukaan acara tersebut.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi kepada Baitul Mal Aceh yang telah menyelenggarakan kegiatan rakor ini,” ungkap Almuniza.
Ia menilai, bimtek tersebut sangat penting sebagai upaya meningkatkan kapasitas serta kualitas sumber daya manusia (SDM) Baitul Mal, khususnya para amil yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Almuniza, Baitul Mal memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat di Bumi Serambi Mekkah.
“Baitul Mal bukan hanya berperan menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan pengembangan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya serta pelaksanaan fungsi pengawasan perwalian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip syariah,” jelasnya.
Karena itu, sambung Almuniza, keberhasilan Baitul Mal tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau banyaknya program yang dilaksanakan. Namun, yang jauh lebih penting adalah kualitas kelembagaan, kompetensi amil, integritas pengelolaan, akuntabilitas, ketepatan pelayanan, serta tingkat kepercayaan masyarakat.
Dalam arahannya, ia menekankan agar setiap pengelola senantiasa memegang teguh empat pilar utama kelembagaan, yaitu amanah, akuntabel, responsif, dan profesional.
Almuniza menegaskan bahwa sifat amanah harus menjadi karakter utama setiap pengelola agar setiap dana umat dikelola secara bertanggung jawab, hati-hati, dan transparan.
Selain itu, akuntabilitas menuntut seluruh proses pengelolaan dapat dipertanggungjawabkan sejak perencanaan, penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, hingga evaluasi pengawasan.
Ia juga menambahkan bahwa Baitul Mal harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan solusi berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga wakaf produktif.
Di sisi lain, profesionalitas menjadi standar bagi setiap amil agar mampu memahami tugas, menguasai regulasi dan prinsip syariah, serta menjunjung tinggi etika kerja.
Pemerintah Aceh berharap, melalui momentum bimtek ini, terjadi perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas amil, terjalin hubungan kerja yang harmonis antar-unsur kelembagaan, serta terciptanya standar kerja yang lebih baik antara Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota.
“Semoga melalui kegiatan ini kita mampu membangun Baitul Mal yang semakin amanah, akuntabel, responsif, dan profesional sehingga kehadirannya semakin dirasakan manfaatnya bagi kemaslahatan umat,” pungkas Almuniza.
Acara pembukaan Bimtek Kelembagaan Baitul Mal se-Aceh ini turut dihadiri oleh Anggota DPRA, Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) BMA, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, serta sejumlah tamu undangan dan pihak terkait lainnya. (*)




