Blangpidie – Erosi yang mengikis Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Babahrot di Dusun Lhung Mane, Gampong Cot Seumantok, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kian mengkhawatirkan.
Lahan perkebunan produktif milik warga setempat terus tergerus dan menyusut akibat terkikis aliran sungai yang terjadi secara berulang.
Salah seorang pemilik lahan yang terdampak, Saiful, mengaku pasrah melihat kebunnya yang semula seluas 4 hektare kini sebagian telah hilang tergerus erosi.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat perubahan arah aliran Krueng Babahrot.
Ia sangat berharap adanya perhatian serius dan langkah cepat dari pihak terkait agar luasan erosi tidak semakin meluas dan memakan kebun warga lainnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Abdya Safaruddin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.
Langkah konkret telah diambil dengan mengkoordinasikan serta mengusulkan penanganan persoalan tersebut, baik ke tingkat pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Mohon bersabar. Persoalan ini sudah kita usulkan, baik di tingkat provinsi maupun tingkat pusat,” ujar Safaruddin, Senin (24/8/2026).
Safaruddin menjelaskan, penanganan erosi Krueng Babahrot dirancang melalui dua skema, yaitu penanganan jangka pendek atau mendesak, dan jangka panjang.
Jangka pendek, Pemkab Abdya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) guna melakukan tindakan cepat, termasuk normalisasi sungai.
Sementara untuk penanganan jangka panjang secara menyeluruh, Pemkab Abdya telah mengusulkannya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Aceh, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) I Sumatera.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, mengungkapkan bahwa proyek penanganan tebing ini membutuhkan dana yang sangat besar sehingga tidak sanggup ditopang oleh APBK semata.
Pembangunan pengaman tebing sepanjang 2.500 meter di Cot Seumantok saja diperkirakan menelan anggaran hingga Rp70,657 miliar.
Rahwadi menambahkan, Bupati Safaruddin bahkan sudah bergerak aktif berkoordinasi langsung dengan Menteri PU dan Anggota Komisi V DPR RI guna memperjuangkan sederet pembangunan strategis di Abdya.
Usulan tersebut mencakup penanganan Krueng Babahrot, pembangunan jalan dua jalur, hingga pengembangan irigasi sayap kanan.
Selain di Cot Seumantok, Pemkab Abdya juga mengusulkan pembangunan pengaman tebing sepanjang 2.000 meter di Gampong Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, dengan estimasi anggaran mencapai Rp60,185 miliar.
“Pemerintah daerah tentu berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat agar dapat mempercepat realisasi pembangunan pengaman tebing di dua kawasan tersebut,” kata Rahwadi.
Langkah mitigasi bencana ini dinilai vital guna mengamankan lahan produktif masyarakat sekaligus membentengi kawasan permukiman dari ancaman longsor dan banjir luapan Krueng Babahrot. (*)




