Jakarta – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil tren elektabilitas atau pilihan presiden dalam simulasi semi terbuka untuk periode November 2025 hingga Juli 2026.

Hasil survei tersebut menunjukkan pergeseran dukungan pemilih yang cukup signifikan di papan atas calon presiden.

Berdasarkan data grafis yang dirilis SMRC, nama Presiden RI Prabowo Subianto sebagai petahana mengalami penurunan elektabilitas yang cukup drastis dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan tren kenaikan yang tajam hingga berhasil menduduki posisi pertama.

“Apabila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali.”

Demikian hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Elektabilitas Calon-calon Presiden” yang dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

Hasil survei terakhir yang dilakukan SMRC pada 5-19 Juli 2026 menunjukkan bahwa dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan sebesar 35 persen dan berjarak cukup jauh dengan Prabowo Subianto di urutan kedua dengan perolehan suara 14,5 persen.

ADVERTISEMENT

Nama selanjutnya adalah Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, dan nama-nama lain di bawah 2 persen.

Pada survei ini, masih ada 12,8 persen pemilih yang tidak mau menjawab atau belum menentukan pilihan.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani menjelaskan bahwa dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34.9 persen di survei November 2026 menjadi 14.5 persen di survei Juli 2026.

Sementara, sebut dia, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19.7 persen menjadi 35 persen.

ADVERTISEMENT

“Dalam head to head atau simulasi dua nama antara Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto, dukungan pada Dedi Mulyadi mencapai 59 persen, sementara dukungan pada Prabowo 28,3 persen. Masih ada 12,7 persen pemilih yang belum menjawab,” kata Deni dalam siaran persnya, Rabu (29/7).

Dalam 4 bulan terakhir, SMRC merilis elektabilitas Prabowo di simulasi 2 nama menurun dari 50.5 persen pada survei Februari-Maret 2026 menjadi 28.3 persen di survei Juli 2026.

Sementara di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik, dari 42.6 persen menjadi 59 persen.

Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).

“Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026,” katanya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Sy