Banda Aceh – Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh untuk masa bakti 2026–2030.

ADVERTISEMENT

Bupati Aceh Barat Daya itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Aceh yang digelar di Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/2/2026).

Keputusan aklamasi tersebut mencerminkan soliditas dan kesepahaman seluruh insan bulutangkis Aceh.

ADVERTISEMENT

Safaruddin memperoleh dukungan penuh dari 23 pengurus PBSI kabupaten dan kota se-Aceh, yang sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepadanya untuk melanjutkan roda organisasi empat tahun ke depan.

Dukungan bulat itu juga menjadi bukti atas kepercayaan pengurus daerah PBSI di Aceh terhadap kinerja dan arah pembinaan yang selama ini dijalankan oleh doktor muda tersebut.

ADVERTISEMENT

Di bawah kepemimpinan Safaruddin, PBSI Aceh dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet.

Musprov PBSI Aceh turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga nasional dan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KONI Aceh Pon Yahya, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagja yang juga peraih medali emas Olimpiade, serta legenda bulutangkis nasional Tontowi Ahmad.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Safaruddin menegaskan komitmennya untuk terus memajukan bulutangkis Aceh. Ia menyatakan kepengurusan ke depan akan difokuskan pada penguatan program pembinaan yang berkelanjutan dan terukur.

Menurut Safaruddin, peningkatan kualitas pembinaan atlet menjadi prioritas utama, termasuk penguatan pembinaan usia dini.

Selain itu, tambah Safaruddin, PBSI Aceh juga akan mendorong atlet-atlet daerah agar mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Aceh Pon Yahya meminta PBSI Aceh terus memperkuat sistem latihan atlet secara konsisten. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi, khususnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat.

Pon Yahya juga mengingatkan agar capaian medali emas yang telah diraih sebelumnya dapat dipertahankan. Menurutnya, konsistensi pembinaan dan manajemen organisasi menjadi kunci utama dalam menjaga prestasi olahraga Aceh.

Editor: Salman