Blangpidie – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli S.Sos, secara resmi membuka kegiatan Manasik Haji Tahun 1447 Hijriah/2026. Pembukaan manasik tersebut berlangsung di Komplek Masjid Pusaka, Kedai Susoh, Kecamatan Susoh, Senin (9/2/2026).
Kegiatan manasik haji ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Abdya sebagai bagian dari rangkaian persiapan bagi calon jamaah haji sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Wabup Zaman Akli menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Abdya atas terselenggaranya kegiatan manasik haji tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka mempersiapkan para jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar,” ujar Zaman Akli.
Menurut Zaman Akli, penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah nasional yang besar karena tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan rukun Islam kelima, tetapi juga menyangkut martabat, kehormatan, serta pelayanan negara kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan ibadah haji menuntut kesiapan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh unsur terkait,” kata Wabup.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini memasuki babak baru dengan terbentuk dan beroperasinya Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Tahun ini menjadi momentum pertama kementerian tersebut secara resmi mengemban amanah penyelenggaraan ibadah haji.
“Tentu hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan, serta perlindungan bagi jamaah haji Indonesia, termasuk jamaah dari Kabupaten Aceh Barat Daya,” ujarnya.
Di tingkat daerah, lanjut Wabup, pembinaan terhadap calon jamaah haji dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Abdya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang optimal, agar para jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tuturnya.
Zaman Akli menegaskan, kegiatan manasik haji memiliki peran strategis dalam rangkaian persiapan pelaksanaan ibadah haji. Melalui manasik, calon jamaah dibekali pemahaman menyeluruh mengenai tata cara, rukun, wajib, dan sunnah haji, serta berbagai ketentuan teknis lainnya.
Dengan bekal tersebut, para jamaah diharapkan telah memiliki kesiapan yang memadai ketika berada di Tanah Suci sehingga mampu melaksanakan ibadah secara mandiri, tertib, dan khusyuk sesuai tuntunan agama.
“Perlu kita pahami bersama bahwa ibadah haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi merupakan perjalanan ruhani yang sangat agung. Di dalamnya terkandung nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengorbanan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pemahaman manasik yang benar menjadi kunci utama karena kesalahan dalam niat, tata cara, maupun pelaksanaan rukun haji dapat berdampak pada kesempurnaan ibadah itu sendiri.
“Kami berpesan kepada seluruh calon jamaah haji Kabupaten Abdya, ikutilah kegiatan manasik ini dengan sungguh-sungguh. Dengarkan setiap arahan dan bimbingan dari para pembimbing dan narasumber dengan penuh perhatian,” ucap Wabup.
“Jangan ragu untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, karena manasik inilah bekal utama sebelum Bapak dan Ibu menjadi tamu Allah di Tanah Suci,” pesan Wabup Zaman Akli.
Pada kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Daerah Abdya, Zaman Akli juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Abdya beserta seluruh jajaran, para pembimbing manasik haji, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Mari kita iringi seluruh proses ini dengan doa yang tulus. Semoga seluruh calon jamaah haji Abdya senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kekuatan oleh Allah SWT sejak dari persiapan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” ucapnya. (*)


