Blangpidie, Acehglobal – Manajemen /dua-gerai-indomaret-resmi-beroperasi-di-abdya-bupati-harus-serap-tenaga-lokal-dan-produk-umkm/" target="_blank" rel="noopener">Indomaret menggelar pelatihan kewirausahaan mandiri untuk pelaku UMKM Se Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Pelatihan ini di ikuti oleh 75 pelaku UMKM asal daerah setempat, yang berlangsung di Aula Tgk Dikila Bappeda Abdya, Kamis (7/8/2025).
Pelatihan dibuka langsung oleh Asisten II Setdakab Abdya, Hamdi S.STP, mewakili Bupati Dr. Safaruddin. Mengusung tema “Membangun Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan Bersama Indomaret”.
Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat daya saing produk lokal agar dapat masuk ke pasar retail modern.
“Pelatihan ini memang kita yang buat, tujuannya untuk mengangkat produk UMKM yang ada di Abdya ini naik kelas,” ujar Teguh, perwakilan Manajemen Indomaret Cabang Banda Aceh.
Menurut Teguh, banyak produk UMKM di Abdya yang memiliki potensi besar, namun belum memenuhi standar untuk bisa masuk ke jaringan retail modern seperti Indomaret. Ia mengatakan pelatihan ini dirancang agar pelaku usaha memahami proses kurasi produk dan standar nasional yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar swalayan.
“UMKM di Abdya kita lihat masih banyak yang antri, dalam artian masih belum standarisasi, dan ini kita upayakan agar bisa masuk di retail yang modern,” jelasnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah pelaku UMKM yang hadir. Teguh menilai, hal ini menjadi bukti kuat bahwa produk lokal Abdya memiliki keragaman dan potensi besar untuk berkembang.
“Kalau kita lihat para peserta sangat antusias, buktinya banyak yang datang, tentu potensi produknya juga berbagai macam. Itu menjadi sandaran kita bahwasanya di Abdya ini banyak sekali produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat,” ungkap Teguh.
Dalam sesi pelatihan, para peserta juga disuguhi demo memasak oleh seorang chef yang didatangkan langsung dari Jakarta. Selain itu, pihak penyelenggara juga membagikan doorprize berupa dua unit gerobak usaha, serta peralatan rumah tangga seperti rice cooker dan kompor gas kepada peserta terpilih.
Teguh menjelaskan bahwa seluruh kurikulum pelatihan disusun berdasarkan standar nasional, sehingga diharapkan ke depan produk-produk UMKM Abdya bisa memenuhi kualifikasi dan layak dipasarkan lebih luas.
“Dengan adanya pelatihan ini, target kita nantinya para pelaku UMKM itu sendiri mampu melakukan produknya sesuai standar Nasional,” katanya.
Pasca pembukaan dua gerai Indomaret di Blangpidie pada 4 Agustus lalu, Bupati Abdya Safaruddin telah meminta pihak Indomaret agar memberi ruang bagi produk lokal untuk tampil di rak-rak mereka. Pemerintah Kabupaten bahkan menargetkan 30 persen rak produk diisi oleh produk UMKM lokal.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Abdya, Elizar Lizam, mengapresiasi langkah Indomaret yang menggagas pelatihan tersebut. Menurutnya, inisiatif itu sejalan dengan visi KADIN dan misi Pemkab Abdya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Tentunya kami KADIN sangat mendukung kegiatan ini, apalagi di awal KADIN juga mendorong agar produk-produk UMKM lokal di daerah kita bisa bersaing di pasar bisnis modern seperti swalayan, supermarket, dan bisnis retail lainnya, dengan menyuguhkan kegiatan-kegiatan pelatihan kewirausahaan kepada pelaku UMKM,” ucap Elizar. (*)


